Berita  

BPJT Pastikan Tol Ciawi-Sukabumi Siap Layani Arus Mudik Nataru 2025/2026

Bogor, bincang.id – Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memastikan seluruh infrastruktur dan layanan operasional ruas Tol Ciawi-Sukabumi (Cisuka) sepanjang 26,40 kilometer siap menghadapi lonjakan volume kendaraan menjelang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Kesiapan ini merupakan langkah antisipasi terhadap peningkatan signifikan mobilitas masyarakat, mengingat tol ini merupakan akses vital menuju kawasan wisata dan permukiman di Bogor selatan dan Sukabumi.

Ruas Tol Cisuka yang telah beroperasi terdiri dari:

  • Seksi 1: Ciawi-Cigombong sepanjang 15,35 km.
  • Seksi 2: Cigombong-Cibariak/Parungkuda sepanjang 11,05 km.

Penguatan Layanan dan Posko Nataru di Parungkuda

Untuk menjamin kelancaran dan keamanan perjalanan pengguna jalan, BPJT telah menginstruksikan PT Trans Jabar Toll (TJT) selaku operator untuk memperkuat pelayanan.

Salah satu langkah utama adalah pendirian Posko Nataru yang berlokasi strategis di Gerbang Tol Parungkuda (Km 72+780). Posko ini akan berfungsi sebagai pusat pengawasan, koordinasi lalu lintas, dan manajemen insiden selama periode libur panjang.

Selain itu, penempatan petugas juga akan difokuskan pada titik-titik rawan kepadatan serta lokasi dengan kontur jalan yang memerlukan pengawasan ekstra.

Fokus pada Pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) dan Keselamatan

BPJT menekankan bahwa fokus operasional tidak hanya pada kelancaran arus kendaraan, tetapi juga pada keselamatan pengguna jalan. Operator diwajibkan untuk memenuhi seluruh indikator Standar Pelayanan Minimum (SPM), yang mencakup kondisi jalan dan aksesibilitas, kecepatan tempuh rata-rata dan mobilitas, keselamatan serta unit pertolongan yang tersedia.

Kesiapan Unit Layanan Darurat dan Antisipasi Cuaca

Sebagai bagian dari manajemen keselamatan, seluruh unit layanan darurat di Tol Cisuka telah dipastikan siap operasi. Jumlah unit pertolongan seperti mobil derek, ambulans, dan kendaraan rescue telah disiapkan secara memadai untuk menanggapi potensi peningkatan insiden maupun gangguan.

Menanggapi musim penghujan, BPJT dan operator juga mengaktifkan Disaster Relief Unit (DRU). DRU ini dilengkapi dengan peralatan penanganan cepat serta material darurat (quick response), termasuk Cold Mix untuk penambalan lubang jalan sebagai antisipasi kerusakan yang mungkin terjadi akibat curah hujan tinggi.

Dengan langkah-langkah kesiapan ini, BPJT berharap masyarakat dapat menikmati perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar saat melintasi Tol Ciawi-Sukabumi selama periode Nataru 2025/2026.

Artikel ini ditulis oleh:
Jalil