BNPT: 112 Anak Terpapar Radikalisme Lewat Game Online

ilustrasi : BNPT: 112 Anak Terpapar Radikalisme Lewat Game Online.

JAKARTA, Bincang.id – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mencatat sebanyak 112 anak di 26 provinsi teradikalisasi melalui ruang digital, termasuk gim daring (game online) dan media sosial sepanjang tahun 2025. Fenomena ini menunjukkan pergeseran pola rekrutmen terorisme yang kini menyasar usia sangat muda.

Kepala BNPT, Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Eddy Hartono, mengungkapkan bahwa anak-anak yang terpapar berada pada rentang usia 10 hingga 18 tahun. Angka ini jauh lebih muda dibandingkan rata-rata pelaku terorisme periode 2014-2019 yang berkisar pada usia 28 hingga 35 tahun.

“Anak-anak ini berinteraksi dengan konten radikal, mengalami kerentanan psikologis, hingga terlibat dalam fenomena lone actor tanpa adanya pertemuan fisik,” ujar Eddy dalam konferensi pers akhir tahun di Jakarta, Selasa (31/12).

Menurut Eddy, jaringan terorisme seperti ISIS atau Ansharuh Daulah sengaja memanfaatkan kerentanan psikologis remaja, khususnya mereka yang memiliki latar belakang trauma emosional seperti perundungan (bullying) atau keluarga tidak utuh (broken home). Proses baiat pun kini dilakukan secara mandiri setelah terpapar narasi di dunia maya.

Strategi Pencegahan dan Rehabilitasi Merespons kondisi tersebut, BNPT memperkuat strategi kontraradikalisasi melalui program Sekolah Damai, Kampus Kebangsaan, dan Desa Siapsiaga. Selain itu, dibentuk Satuan Tugas Kontra Radikalisasi yang melibatkan delapan kementerian dan lembaga untuk memperkuat ideologi Pancasila di lingkungan pendidikan.

“BNPT bersama Tim Koordinasi Perlindungan Khusus terus memastikan upaya rehabilitasi dan pendampingan psikososial bagi anak korban jaringan terorisme berjalan optimal,” tegas Eddy.

Senada dengan hal itu, ahli BNPT Reni Kusumowardhani menambahkan bahwa kelompok teroris kini memanfaatkan konten populer seperti video, meme, dan musik untuk menyebarkan narasi heroisme. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam meningkatkan literasi digital anak.

BNPT mengimbau seluruh komponen bangsa untuk memperketat pengawasan ruang digital guna memutus mata rantai penyebaran ideologi radikal demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Artikel ini ditulis oleh:
Jalil