Berita  

Kementerian PU Percepat Pembersihan dan Air Bersih RSUD Tamiang

Jakarta, Bincang.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tamiang mulai beroperasi kembali secara bertahap pascabencana. Untuk mengoptimalkan layanan kesehatan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembersihan sedimen di ruang layanan serta memastikan pasokan air bersih dari SPAM IKK Karang Baru segera tersambung.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur dasar pada fasilitas publik merupakan prioritas utama sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. “Dalam kondisi tanggap darurat ini, seluruh rumah sakit dan puskesmas harus dapat difungsikan secara maksimal,” ujar Dody dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Kamis (1/1/2026).

Dalam proses pembersihan area rumah sakit seluas 41.644 meter persegi tersebut, Kementerian PU mengerahkan 137 pekerja. Penanganan didukung oleh alat berat berupa dua unit ekskavator dan sembilan unit dump truck, serta puluhan peralatan manual untuk menjangkau area interior yang tertimbun lumpur.

Pasokan Air Bersih dan Perbaikan Jaringan Selain pembersihan fisik, fokus utama lainnya adalah pemulihan akses air bersih. Kementerian PU mengandalkan SPAM IKK Karang Baru yang berkapasitas 100 liter per detik. Saat ini, petugas tengah menyambungkan pipa dari instalasi tersebut langsung ke RSUD Tamiang untuk memenuhi kebutuhan operasional ruangan.

“Air bersih harus segera tersuplai ke rumah sakit. Kami mempercepat penyambungan pipa agar kebutuhan setiap ruangan yang sudah beroperasi dapat terpenuhi,” tambah Menteri Dody.

Upaya teknis yang dilakukan meliputi pembersihan sedimen pada pipa, pemeliharaan instalasi pengolahan air (IPA) beton, hingga persiapan fabrikasi IPA baja baru. Perbaikan juga menyasar jaringan perpipaan internal rumah sakit yang sempat tersumbat sedimen pascabencana.

Apresiasi Pihak Rumah Sakit Direktur RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang, dr. Andika Putera, mengapresiasi bantuan Kementerian PU. Ia menyebutkan bahwa sebelumnya seluruh ruangan rumah sakit tertimbun lumpur dan drainase tersumbat total.

“Bantuan dari Kementerian PU memberikan perbedaan yang signifikan. Kami berharap dalam waktu seminggu ke depan seluruh area rumah sakit sudah bersih total dan bisa berfungsi normal kembali,” tutur dr. Andika.

Kementerian PU berkomitmen untuk terus mendampingi pemerintah daerah selama masa tanggap darurat guna memastikan infrastruktur penopang kehidupan masyarakat kembali berfungsi optimal.

Artikel ini ditulis oleh:
Jalil