JAKARTA, Bincang.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan pascabencana banjir serta longsor di 12 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Hingga Selasa (6/1) malam, sebagian besar titik kerusakan yang menghambat mobilitas warga mulai berfungsi kembali secara fungsional.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penanganan cepat ini bertujuan untuk menjaga stabilitas akses logistik dan mobilitas masyarakat. “Keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama. Setiap penanganan dilakukan dengan memperhatikan kondisi lapangan dan stabilitas lereng,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta.
Data Kementerian PU mencatat sebanyak 263 titik longsoran tebing telah berhasil dibersihkan. Selain itu, 65 titik jalan amblas, 7 jembatan rusak, dan 28 titik genangan banjir juga telah rampung ditangani. Ruas jalan yang paling terdampak berada pada jalur Tarutung–Sibolga dengan 176 titik kerusakan, disusul ruas Tarutung–Sipirok sebanyak 55 titik.

Akses Strategis dan Jalur Alternatif Meskipun sebagian besar titik telah pulih, satu segmen jalan pada jalur Simpang Rampa–Sibolga via Batu Lubang masih terputus akibat tanah yang belum stabil di lima lokasi longsor. Sebagai solusi jangka panjang, Kementerian PU berencana melakukan pengalihan trase jalan (rute permanen baru) di wilayah tersebut.
“Untuk sementara, akses Tarutung–Sibolga tetap dapat dilalui melalui jalur Tarutung–Rampa–Poriaha dengan pembatasan khusus untuk kendaraan kecil,” tulis laporan resmi kementerian.
Di lokasi lain, koridor Tarutung–Sipirok sepanjang 68 kilometer kini telah terhubung sepenuhnya. Begitu pula dengan lintas Batangtoru–Singkuang yang sudah dapat dilalui kendaraan ringan meski masih dalam tahap pemadatan agregat akibat faktor cuaca.
Pengerahan Alat Berat Guna mempercepat proses pemulihan, Kementerian PU mengerahkan sedikitnya 137 unit alat berat, termasuk ekskavator, loader, dan dump truck. Di koridor Sibolga–Batangtoru, tim di lapangan juga telah merampungkan pemasangan dua jembatan bailey (jembatan darurat) di Aek Garoga untuk menjamin konektivitas menuju Kota Sibolga.
Kementerian PU berkomitmen untuk terus memantau kondisi lapangan dan melakukan penanganan lanjutan hingga seluruh jaringan jalan nasional di Sumatera Utara kembali andal dan aman bagi masyarakat.
Artikel ini ditulis oleh:
Jalil






