JAKARTA, Bincang.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengimbau pengemudi kendaraan angkutan barang untuk tidak melintasi Jembatan Darurat Bailey dengan muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL). Larangan ini diberlakukan demi menjaga keselamatan pengguna jalan dan keberlanjutan fungsi jembatan sebagai akses vital di wilayah terdampak bencana di Sumatra.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa kepatuhan terhadap batas beban jembatan sangat krusial dalam masa pemulihan pascabencana. Menurutnya, pelanggaran tonase dapat mengancam keselamatan masyarakat dan merusak struktur jembatan sementara tersebut.
“Kepatuhan terhadap aturan tonase bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga menyangkut keselamatan bersama dan kepedulian terhadap masyarakat di wilayah terdampak bencana,” ujar Menteri Dody dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Minggu (18/1).
Risiko Kerusakan Struktur Jembatan Bailey merupakan solusi darurat yang bersifat semipermanen. Kendaraan ODOL dinilai berpotensi mempercepat kelelahan material serta meningkatkan risiko kegagalan struktur. Jika jembatan rusak, upaya penanganan bencana dan distribusi logistik dipastikan akan terhambat.
Hingga 18 Januari 2026, puluhan Jembatan Bailey telah difungsionalkan di sejumlah titik strategis jalan nasional, meliputi wilayah Aceh Besar, Pidie, Bireuen, hingga Nagan Raya. Beberapa di antaranya adalah Jembatan Krueng Tingkem, Teupin Mane, dan Krueng Beutong.
Batas Beban Maksimal Salah satu akses vital, Jembatan Bailey Krueng Beutong, memiliki spesifikasi panjang 30 meter dan lebar 4,2 meter. Jembatan ini hanya didesain untuk menahan kapasitas beban maksimal hingga 20 ton.
“Jembatan ini diperuntukkan bagi kendaraan ringan, kendaraan darurat, dan logistik terbatas,” tulis rilis resmi Kementerian PU.
Seluruh Jembatan Bailey yang terpasang telah melalui uji beban dan pengujian teknis pada kekuatan sambungan panel. Untuk menjaga keamanan, pihak terkait memberlakukan pengaturan lalu lintas berupa sistem buka-tutup serta pembatasan jenis kendaraan selama masa pemulihan konektivitas antarwilayah berlangsung.
Artikel ini ditulis oleh:
Jalil






