Pramono Anung Evaluasi Modifikasi Cuaca Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat dijumpai di kawasan Jakarta Pusat, Senin (19/1/2025). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.

JAKARTA, bincang.id – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, memberikan penjelasan terkait banjir yang melanda ibu kota meskipun Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tengah berlangsung. Luapan air terjadi karena curah hujan pada Sabtu (17/1) melampaui prakiraan awal, sehingga penyemaian awan tidak dilakukan pada hari tersebut.

Pramono mengungkapkan bahwa intensitas hujan pada Sabtu lalu mencapai 260 mm hingga 280 mm. “Kenapa Sabtu itu tidak kita lakukan? Karena memang perkiraan kita curah hujannya tidak seperti itu. Ternyata curah hujannya tinggi sekali,” ujar Pramono di Jakarta Pusat, Senin (19/1).

Mengantisipasi dampak yang lebih luas, Pramono langsung memerintahkan penambahan sorti penerbangan pada Minggu (18/1). Ia menginstruksikan agar OMC dilakukan sebanyak tiga kali penerbangan karena kondisi cuaca di Jakarta terpantau sangat pekat sejak siang hari.

Langkah percepatan tersebut diklaim efektif meringankan dampak banjir. Berdasarkan data per Senin pagi, genangan di 33 RW telah surut sepenuhnya. “Alhamdulillah, per tadi pagi itu semua sudah tidak ada yang terdampak lagi,” tambahnya.

Detail Operasi Tiga Sorti Pelaksanaan OMC pada Minggu melibatkan kolaborasi BPBD DKI Jakarta, BMKG, TNI AU, dan PT Rekayasa Atmosphere Indonesia. Operasi menggunakan pesawat CASA A-2105 dari Bandara Halim Perdanakusuma dengan total tiga sorti penerbangan:

  • Sorti 1: Fokus di Selat Sunda dan Ujung Kulon menggunakan 800 kg NaCl untuk meluruhkan awan di perairan.

  • Sorti 2: Fokus di Serang dan Tangerang menggunakan 800 kg CaO guna mengurangi intensitas hujan yang menuju Jakarta.

  • Sorti 3: Penyemaian di wilayah udara Tangerang dengan 800 kg CaO untuk memecah awan potensial.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyatakan bahwa pihaknya bersama BMKG akan terus mengevaluasi dinamika atmosfer secara harian. Operasi Modifikasi Cuaca ini dijadwalkan berlangsung hingga 20 Januari mendatang guna meminimalkan risiko banjir di wilayah ibu kota.

Artikel ini ditulis oleh:
Jalil