ACEH TAMIANG, bincang.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan infrastruktur sanitasi yang terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Langkah ini diambil untuk mencegah risiko gangguan kesehatan lingkungan dan memastikan layanan dasar masyarakat segera pulih.
Menteri PU, Dody Hanggodo, meninjau langsung Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rantau dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Rantau pada Selasa (20/1/2026). Ia menegaskan bahwa pemulihan fungsi sanitasi adalah prioritas dalam penanganan pasca-bencana.
“Sanitasi yang berfungsi baik adalah kebutuhan dasar masyarakat. Penanganan TPA dan IPLT harus dilakukan cepat, bertahap, dan berkelanjutan agar tidak menimbulkan risiko kesehatan di kemudian hari,” ujar Menteri Dody.

Selama sepuluh hari terakhir, Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Aceh telah melakukan pembersihan intensif di kawasan terdampak. Kegiatan ini melibatkan program padat karya guna memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga setempat.
Rehabilitasi Infrastruktur Pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi, Kementerian PU memprioritaskan perbaikan TPA Rantau yang masih menggunakan sistem open dumping. Fokus pekerjaan meliputi pembersihan jalan akses, perbaikan sel landfill eksisting, serta pembangunan sel landfill baru.

Untuk IPLT Rantau, penanganan dilakukan melalui rehabilitasi unit pengolahan, mulai dari bak anaerobik hingga wetland. Selain perbaikan fisik, Kementerian PU juga menyiapkan bantuan berupa truk tinja, tangki septik, dan pendampingan tata kelola teknis.
Peningkatan Layanan Regional Secara lebih luas, Kementerian PU tengah meningkatkan pelayanan pada 11 TPA dan 10 IPLT di berbagai kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Upaya serupa juga dilakukan di beberapa titik di Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Sebagai langkah inovasi berkelanjutan, Kementerian PU mengusulkan penerapan teknologi sanitasi ramah lingkungan melalui pengadaan Net-Zero Toilet 5.0. Teknologi ini diharapkan menjadi solusi peningkatan layanan sanitasi di wilayah terdampak bencana di masa depan.
Artikel ini ditulis oleh:
Jalil












