Menteri PU Percepat Pembangunan 8 Jembatan di Aceh

Menteri Dody saat didampingi Anggota Komisi V DPR RI, Ruslan M. Daud.

BIREUEN, bincang.id – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meninjau Jembatan Krueng Tingkeum di Kabupaten Bireuen, Aceh, pada Rabu (21/1). Kunjungan ini menandai dimulainya pembangunan permanen delapan jembatan dan penanganan 30 titik longsor di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh.

Langkah percepatan ini dilakukan untuk memulihkan konektivitas antarwilayah serta menjamin kelancaran distribusi logistik. Meski sebagian wilayah masih dalam masa tanggap darurat, Menteri Dody menegaskan pembangunan permanen tidak bisa ditunda demi menghindari kemacetan dan kendala tonase kendaraan berat.

“Kita percepat walaupun masih tahap tanggap darurat. Jika tidak, pembatasan kendaraan berat akan terus menimbulkan persoalan di lapangan, padahal masyarakat sangat membutuhkan pasokan logistik,” ujar Menteri Dody saat didampingi Anggota Komisi V DPR RI, Ruslan M. Daud.

Delapan jembatan yang mulai dibangun bulan ini meliputi Jembatan Krueng Meureudu, Krueng Tingkeum, Teupin Mane, Ulee Langa, Krueng Beutong, Pelang, Mengkudu I, dan Pante Dona. Secara keseluruhan, Kementerian PU menargetkan penanganan 20 unit jembatan dan 68 titik longsor di Aceh yang akan dilakukan secara bertahap hingga Juni 2026.

Menteri Dody menambahkan bahwa pembangunan satu jembatan permanen diperkirakan memakan waktu sekitar 8 hingga 9 bulan. Konstruksi dirancang dengan perhitungan teknis matang agar infrastruktur tersebut aman, andal, dan berkelanjutan dalam menghadapi risiko bencana di masa depan.

Penanganan infrastruktur ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan tidak ada daerah yang terisolasi pascabencana. “Arahan Bapak Presiden jelas, tidak boleh ada satu pun kabupaten dan kota yang terputus konektivitasnya. Penanganan jembatan nasional kita percepat agar mobilitas masyarakat tetap berjalan,” tegasnya.

Setelah masa tanggap darurat berakhir, Kementerian PU berkomitmen melanjutkan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pada berbagai infrastruktur dasar lainnya di wilayah Sumatra melalui koordinasi lintas sektor.

Artikel ini ditulis oleh:
Jalil