Ayah dan Anak Tewas Tersengat Listrik Saat Banjir

Ilustrasi : Banjir

SITUBONDO, bincang.id – Banjir luapan Sungai Lubawang yang merendam seribuan rumah di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, memakan korban jiwa. Pasangan ayah dan anak dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat banjir melanda permukiman mereka pada Rabu (21/1) malam.

Kedua korban diidentifikasi sebagai Abdul Wahed (45) dan putrinya, Adinda Putri Rahayu (17), warga Jalan Madura, Desa Besuki. Insiden tragis tersebut terjadi di dalam rumah korban saat ketinggian air mencapai sekitar satu meter atau setinggi dada orang dewasa.

Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Situbondo akan menanggung seluruh biaya penanganan korban. “Sesuai pesan Pak Bupati, seluruh biaya ditanggung pemerintah daerah melalui Program Berantas Plus,” ujar Ulfiyah di Situbondo, Kamis (22/1).

Camat Besuki, Yakup Alex Susanto, menjelaskan bahwa evakuasi korban baru bisa dilakukan oleh warga setelah aliran listrik di wilayah tersebut padam. “Korban dievakuasi warga menggunakan truk menuju RSUD Besuki di tengah kondisi banjir,” jelasnya.

Banjir dipicu oleh hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Besuki sejak pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB. Akibatnya, Sungai Lubawang tidak mampu menampung debit air sehingga meluap ke enam desa, yakni Desa Jetis, Blimbing, Langkap, Besuki, Demung, dan Pesisir.

Selain merendam permukiman, luapan air juga menggenangi jalan raya Pantura di wilayah Kecamatan Besuki dan Kecamatan Banyuglugur. Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo masih melakukan asesmen terkait total kerusakan rumah warga yang terdampak.

Pemerintah daerah setempat kini telah menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi guna mempercepat penanganan dampak banjir di wilayah tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:
Jalil