Kementerian PU Terjunkan Mahasiswa Pulihkan Aceh-Sumut

Pelepasan mahasiswa magang Politeknik PU dilaksanakan pada Kamis (22/1/2026) di Balai Pengembangan Kompetensi Wilayah III Jakarta.

JAKARTA, bincang.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat upaya pemulihan pascabencana banjir di Aceh dan Sumatera Utara dengan melibatkan 21 mahasiswa magang dari Politeknik PU. Para mahasiswa tersebut diterjunkan untuk mendukung tim teknis dalam mempercepat perbaikan infrastruktur dan layanan dasar di wilayah terdampak.

Pelepasan mahasiswa dilaksanakan pada Kamis (22/1/2026) di Balai Pengembangan Kompetensi Wilayah III Jakarta. Sebanyak 21 mahasiswa dari tiga program studi berbeda akan bertugas selama enam bulan di berbagai satuan kerja teknis di bawah Kementerian PU.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud pengabdian insan PU dalam mendukung prinsip build back better atau membangun kembali dengan lebih baik pascabencana.

“Ini adalah wujud pengabdian Insan PU kepada ibu pertiwi, tidak hanya membangun, tetapi juga membangun kembali dengan lebih baik pascabencana,” tegas Menteri Dody.

Para mahasiswa akan ditempatkan di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, serta Satuan Kerja Prasarana Strategis Sumatera Utara. Tugas mereka meliputi inventarisasi kerusakan, pendampingan teknis lapangan, hingga mendukung proses perencanaan desain cepat (quick design) untuk rekonstruksi bangunan.

Direktur Politeknik PU, Brawijaya, menekankan pentingnya profesionalisme selama penugasan. Selain mengaplikasikan ilmu teknis, mahasiswa diharapkan mampu menjaga disiplin dan nama baik institusi. Hal senada diungkapkan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Apri Artoto, yang menyebut kegiatan ini sebagai sarana pembentukan integritas dan kepedulian sosial.

Salah satu mahasiswa, Annisa Naila, menyatakan kesiapannya untuk terjun langsung ke lapangan. “Kami siap ditugaskan untuk mendukung pemulihan. Semoga kehadiran kami memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas bakti negara tersebut, para mahasiswa akan mendapatkan pengakuan pembelajaran berupa sertifikat dan 50 poin kredit. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat normalisasi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Aceh serta Sumatera Utara.

Artikel ini ditulis oleh:
Jalil