JAKARTA, bincang.id – Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan yang melibatkan prajurit TNI berhasil menemukan enam korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Kamis (22/1). Penemuan ini terjadi pada hari keenam operasi pencarian yang telah berlangsung sejak Sabtu (17/1).
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, mengonfirmasi bahwa para korban ditemukan di wilayah pegunungan dengan tingkat kesulitan tinggi. Tim melakukan penyisiran intensif di sekitar titik-titik temuan awal sebelum akhirnya menemukan para korban.
“Korban ditemukan dengan posisi jenazah tersebar dalam radius sekitar 50 meter dari titik temuan awal dan berada di kedalaman kurang lebih 250 meter dari puncak gunung,” ujar Aulia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/1).
Aulia menjelaskan bahwa proses pencarian menghadapi tantangan medan yang sangat berat. Personel di lapangan harus berhadapan dengan lereng curam, permukaan tanah yang licin, serta kondisi cuaca yang kerap berubah secara ekstrem. Hal ini menuntut ketelitian dan koordinasi yang intensif antarunsur tim SAR.
Saat ini, seluruh jenazah telah diamankan untuk dilakukan proses evakuasi secara bertahap dari lokasi kejadian. Dengan ditemukannya enam korban tambahan ini, total korban yang telah ditemukan hingga saat ini berjumlah delapan orang.
Sebelumnya, dua jenazah telah lebih dulu berhasil dievakuasi dan menjalani proses identifikasi oleh tim medis. Tim SAR Gabungan masih terus bersiaga dan melakukan langkah penanganan lanjutan di lokasi jatuhnya pesawat tersebut.
Artikel ini ditulis oleh:
Jalil






