Kilang Pertamina Internasional Raih Prestasi di Ajang CSR Dunia

Lima unit operasi KPI berhasil menyabet penghargaan berkat terobosan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang terbukti membawa dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar

Jakarta, bincang.id – Kilang Pertamina Internasional (KPI) kembali menorehkan capaian membanggakan di level global. Dalam ajang 14th Edition Corporate Social Responsibility Summit & Awards 2025 yang digelar UBS Forums di Chennai, India, Jumat (26/8), lima unit operasi KPI berhasil menyabet penghargaan berkat terobosan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang terbukti membawa dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Keikutsertaan KPI pada ajang internasional, merupakan salah satu cara kami untuk menyebarkan informasi baik tidak hanya tentang KPI, tetapi juga tentang Indonesia di kancah internasional,” kata Pjs. Corporate Secretary KPI Milla Suciyani. (10/9)

Menurut Milla, program yang dilombakan adalah inisiatif TJSL yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Kami berharap program-program yang dilaksanakan di unit-unit operasi KPI, selain berdampak bagi masyarakat, program-program ini juga dapat memberikan inspirasi kepada masyarakat lebih luas,” ujarnya.

Salah satunya datang dari Kilang Balikpapan yang menghadirkan Program Kaliandra. Sejak 2022, program ini dikembangkan untuk menjawab permasalahan sosial dan lingkungan di Kelurahan Baru Ilir berdasarkan hasil Social Mapping 2024. Kajian tersebut menyoroti risiko longsor pada tanah lempung, keterbatasan ruang hijau, hingga tantangan ekonomi kelompok rentan.

“Program Kaliandra dikembangkan dengan empat pilar utama—lingkungan berkelanjutan, ketangguhan bencana, kesehatan masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi. Program Kaliandra menghadirkan solusi holistik bagi kawasan padat penduduk yang rawan longsor melalui teknologi Drum Eco Shield, lorong hijau, posyandu untuk lansia dan balita, hingga inkubasi UMKM perempuan yang memperkuat kemandirian ekonomi lokal,” jelas Milla.

Lewat program ini, Kilang Balikpapan bersama Kilang Dumai operasi Sei Pakning dianugerahi penghargaan Best CSR Project of the Year.

Di Sei Pakning, KPI membantu masyarakat beralih dari pemburu madu hutan menjadi peternak lebah gambut yang ramah lingkungan. Inovasi berupa sarang buatan dan ekstraktor madu membuat warga bisa menjaga ekosistem sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Kilang Balongan dan Kilang Kasim juga sukses meraih penghargaan kategori Innovation in CSR Practices, sementara Kilang Dumai memenangkan Best Use of CSR Practices in Various Sector.

“Setiap penghargaan ini bukan sekadar pengakuan formal, melainkan cerminan dari kisah perubahan yang lahir dari kebutuhan riil masyarakat di sekitar wilayah operasi. Kehadiran KPI tidak hanya sebagai mata rantai ketahanan energi, KPI juga harus memberikan manfaat berantai untuk masyarakat,” ujar Milla.

Di Indramayu, Kilang Balongan menjalankan program BERBISIK (Berdaya, Berkolaborasi Inklusif, Inovasi, dan Karya). Inisiatif ini membuka ruang bagi penyandang disabilitas tunarungu untuk berkarya, di antaranya melalui Kopi Teman Istimewa serta workshop kreatif. Bersama kelompok Wiralodra, mereka juga mengolah limbah plastik dan minyak jelantah menjadi produk ekonomis, sekaligus memperkenalkan teknologi ramah lingkungan seperti kompor hemat energi dan sistem peringatan darurat bagi komunitas tuli.

Sementara itu, di Papua Barat Daya, Kilang Kasim mendorong pemberdayaan perempuan adat Moi Lemas lewat kelompok Kalifiti Group. Dengan dukungan Pembangkit Listrik Tenaga Surya, mereka mengolah kelapa menjadi minyak dan memanfaatkan limbah ampasnya menjadi biskuit bergizi. Program ini tidak hanya mengurangi emisi karbon, tetapi juga berperan dalam pencegahan stunting serta meningkatkan pendapatan masyarakat hingga sepuluh kali lipat.

Adapun Kilang Dumai melaksanakan program “Serumpun Paman Bahri” dengan pendekatan Integrated Coastal Zone Management (ICZM) guna memperkuat ketahanan pesisir Mundam dari ancaman abrasi. Program ini meliputi rehabilitasi mangrove, pembangunan breakwater berbasis kearifan lokal, diversifikasi usaha nelayan, pemberdayaan perempuan pesisir, hingga penggunaan energi surya untuk budidaya perikanan. Hasilnya, 150 meter garis pantai kini terlindungi, tangkapan nelayan meningkat 15–25 kg per trip, serta perbaikan status gizi ibu hamil dan balita melalui Posyandu Sehati.

“Penghargaan ini adalah refleksi dari semangat kolaborasi antara KPI dan masyarakat. Program-program ini mencerminkan transformasi nyata dari masyarakat dan lingkungan sekitar kilang. Dari gambut di Riau, kampung padat penduduk di Balikpapan, hingga perempuan adat di Papua dan pesisir Dumai. Semuanya lahir dari kebutuhan lokal dan dikerjakan bersama-sama,” ungkap Milla.

KPI menegaskan capaian ini sejalan dengan prinsip ESG sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya TPB 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), TPB 5 (Kesetaraan Gender), dan TPB 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Selain itu, inisiatif tersebut juga mendukung agenda pembangunan nasional dalam Asta Cita, terutama poin 4 (peningkatan kualitas hidup manusia) dan poin 6 (pembangunan lingkungan hidup berkelanjutan).

“Dengan semangat People, Planet, Profit, KPI menegaskan bahwa keberlanjutan bukan hanya soal bisnis energi, melainkan juga energi untuk kehidupan—mewujudkan masyarakat inklusif, lingkungan yang lestari, dan masa depan bangsa yang tangguh,” tutup Milla.

Artikel ini ditulis oleh:
Jimmy Julian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *