Kilang Balongan Jadi Andalan Energi Nasional

Beroperasi sejak tahun 1994, Kilang Balongan awalnya memiliki kapasitas pengolahan 125.000 barel per hari. Kapasitas ini meningkat menjadi 150.000 barel per hari sejak 2022.

Jakarta, bincang.id – Kilang Pertamina Internasional (KPI) mengoperasikan salah satu kilang paling kompleks di Indonesia, yaitu Kilang Balongan. Tingkat kompleksitas kilang tersebut diukur menggunakan Nelson Complexity Index (NCI) yang mencapai 11,9, menjadikannya fasilitas pengolahan dengan kemampuan teknis tertinggi di Tanah Air. Kilang ini berperan penting dalam menjaga pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk wilayah barat Pulau Jawa. (31/10)

Pjs. Corporate Secretary KPI, Muttaqin Showwabi, menjelaskan bahwa keberadaan Kilang Balongan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memiliki arti strategis karena lokasinya berdekatan dengan pusat ekonomi nasional, yakni kawasan Jabodetabek dan Banten.

“Di wilayah ini ada sejumlah kawasan industri berskala nasional dan internasional, diantaranya Kawasan Industri Cikarang, Bekasi yang juga dikenal sebagai pusat industri terbesar di Asia Tenggara. Lalu ada pula kawasan industri serupa di Kabupaten Karawang, Purwakarta, dan sebagian wilayah Banten,” ujarnya.

Beroperasi sejak tahun 1994, Kilang Balongan awalnya memiliki kapasitas pengolahan 125.000 barel per hari. Kapasitas ini meningkat menjadi 150.000 barel per hari sejak 2022 setelah rampungnya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Phase I pada unit Crude Distillation Unit (CDU).

Muttaqin menambahkan, “Untuk memperkuat kapasitas dan fleksibilitas penyimpanan bahan bakar jenis gasoline, KPI baru-baru ini menyelesaikan pembangunan empat tangki baru berkapasitas masing-masing 29.000 meter kubik.”

Dengan teknologi pengolahan canggih yang dimiliki, Kilang Balongan menghasilkan berbagai produk bernilai tinggi, mulai dari BBM seperti Pertamax (RON 92) dan Pertamax Turbo (RON 98), hingga bahan bakar diesel berkualitas tinggi seperti Pertamina Dex dan Dexlite. Produk-produk tersebut memiliki angka oktan dan cetane tinggi, serta kadar sulfur yang rendah, sejalan dengan standar emisi Euro 5.

Selain itu, kilang ini juga menghasilkan produk inovatif seperti Diesel X, bahan bakar diesel ultra rendah sulfur yang ramah lingkungan, serta Go Foam, bahan kimia khusus yang berfungsi mencegah pembentukan busa selama proses pengolahan. Produk lain dari Kilang Balongan meliputi Avtur, Propilena, dan LPG.

Muttaqin menegaskan bahwa kualitas produk menjadi perhatian utama KPI. Kilang Balongan dilengkapi laboratorium tersertifikasi dengan standar SNI ISO/IEC 17025:2017 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). “Dengan kombinasi teknologi canggih, kapasitas besar serta didukung kompleksitas proses pengolahan yang tinggi, Kilang Balongan menjadi tulang punggung dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:
Jimmy Julian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *