Jakarta, bincang.id – Misi Fleet One Quick Response (F1QR) TNI Angkatan Laut Lantamal 1 Belawan membuahkan hasil gemilang dengan terbongkarnya praktik pencurian avtur via pipa bawah laut.
Atas pencapaian tersebut, Pertamina menganugerahkan apresiasi khusus dalam sebuah seremoni di Executive Lounge, Grha Pertamina, Senin (17/2). Hadir dalam seremoni itu jajaran pimpinan Pertamina dan Tim F1QR TNI AL.
Dalam kesempatan tersebut, Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menegaskan betapa pentingnya kesigapan tim F1QR dalam menjaga aset negara.
“Keberhasilan ini bukan semata-mata soal penyelamatan avtur, tetapi juga perwujudan tanggung jawab besar dalam melindungi sumber daya nasional. Kita harus terus menelusuri hingga tuntas rantai distribusi ilegal ini dan menindak pihak-pihak yang terlibat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengumumkan rencana mengaktifkan kembali task force khusus guna menindak aksi pencurian minyak serta kegiatan ilegal yang berpotensi merugikan perusahaan dan negara.
“Pertamina merupakan aset vital nasional. Segala bentuk gangguan pada operasional kami akan berdampak luas, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga masyarakat dan perekonomian Indonesia secara keseluruhan,” tegas Simon.
Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum dan institusi terkait.
Langkah ini bertujuan menjamin keamanan fasilitas, menjaga ketahanan energi, dan mewujudkan kemandirian energi nasional, sehingga masyarakat dapat terus menikmati pasokan energi yang andal dan berkelanjutan.






