Buron Tiga Bulan, Perampok Taksi Daring Makassar Ditangkap

Penampakan pelaku perampokan taksi daring inisial AP (tengah) usai ditangkap polisi setelah buron tiga bulan, di Polsek Mamajang, Makassar, Sulawesi Selatan. (ANTARA)

MAKASSAR, Bincang.id – Tim Resmob Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) meringkus seorang pelaku perampokan taksi daring berinisial AP di Jalan Once Daeng Oyo, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Minggu (5/1). AP sebelumnya buron selama tiga bulan setelah menganiaya dan merampas barang berharga milik pengemudi taksi daring pada Oktober 2024.

Panit I Resmob Polda Sulsel, Iptu Dendi Eriyan, menyatakan bahwa penangkapan dilakukan setelah polisi mengidentifikasi pelaku melalui rekaman CCTV di lokasi kejadian, yakni Jalan Baji Ateka, Kecamatan Mamajang. Dalam rekaman tersebut, AP bersama seorang rekannya terlihat memukuli korban secara brutal.

“Pelaku ada dua orang. Satu inisial AP sudah kami amankan, sedangkan seorang lainnya masih dalam proses pengejaran,” ujar Dendi di Makassar.

Modus dan Kronologi Modus operandi pelaku dilakukan dengan memesan taksi daring melalui aplikasi media sosial dengan tujuan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Di tengah perjalanan, pelaku meminta korban berhenti di Jalan Baji Ateka. Saat itulah para pelaku mencoba merampas ponsel dan tas milik korban.

Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari masuk ke sebuah ruko, namun tetap dikejar dan dianiaya oleh kedua pelaku. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar di bagian kepala serta lebam pada pipi kanan dan kiri.

Hasil Kejahatan untuk Narkoba Berdasarkan hasil interogasi, AP mengaku telah menjual ponsel milik korban ke Timika, Papua. Uang hasil penjualan barang curian tersebut digunakan pelaku untuk berpesta minuman keras dan membeli narkotika.

“Barang bukti ponsel sudah dijual dan kini berada di Papua. Hasil penjualannya digunakan untuk pesta miras serta beli narkoba,” ungkap Dendi.

Saat ini, pelaku AP telah diserahkan ke Polsek Mamajang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi masih terus melakukan pengembangan untuk mengejar satu pelaku lain yang identitasnya telah dikantongi.

Artikel ini ditulis oleh:
Jalil