Berita  

China Sebut AS Tidak Berhak Atur Hubungan Luar Negeri Venezuela

Venezuela adalah negara berdaulat dan memiliki kedaulatan penuh atas semua sumber daya alam dan kegiatan ekonominya. AS secara terang-terangan menggunakan kekuatan terhadap Venezuela dan meminta negara itu untuk 'mengutamakan' AS terkait cadangan minyaknya

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning

Jakarta, Bincang.id – Kementerian Luar Negeri China menyebut Amerika Serikat tidak berhak untuk mengatur hubungan luar negeri Venezuela, sebagai respon dari pernyataan Trump yang meminta agar negara tersebut memutuskan hubungan ekonomi dengan China, Rusia, Iran dan Kuba.

“Venezuela adalah negara berdaulat dan memiliki kedaulatan penuh atas semua sumber daya alam dan kegiatan ekonominya. AS secara terang-terangan menggunakan kekuatan terhadap Venezuela dan meminta negara itu untuk ‘mengutamakan’ AS terkait cadangan minyaknya,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Rabu (7/1).

Berdasarkan pemberitaan media di AS, pemerintah Trump juga memberi tahu Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez agar pemerintah Venezuela menghentikan kerja sama dengan Rusia, China, Iran, dan Kuba. Selain itu Venezuela harus bekerja sama secara eksklusif dengan AS dalam produksi minyak dan memberikan preferensi kepada Washington ketika menjual minyak mentah.

“Tindakan intimidasi semacam itu secara serius melanggar hukum internasional, melanggar kedaulatan Venezuela, dan melanggar hak-hak rakyat Venezuela. China mengutuk keras tindakan ini,” tegas Mao Ning.

Mao Ning menekankan bahwa hak dan kepentingan sah China dan negara-negara lain di Venezuela harus dilindungi.

“China dan negara-negara Amerika Latin dan Karibia (LAC) mempertahankan pertukaran dan kerja sama yang bersahabat,” ungkap Mao Ning.

Terlepas dari bagaimana situasi berkembang, Mao Ning menyebut China akan terus menjadi teman dan mitra negara-negara LAC, saling mendukung dalam isu-isu yang berkaitan dengan kepentingan inti dan perhatian utama China dan negara di kawasan tersebut.

“Termasuk kedaulatan nasional, keamanan, dan integritas wilayah, saling mendukung dalam mengikuti jalur pembangunan yang sesuai dengan kondisi nasional masing-masing negara, bersama-sama menolak politik kekuasaan dan bersama-sama menegakkan perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut,” tambah Mao Ning.

Namun, Mao Ning tidak menjelaskan dukungan seperti apa yang akan diberikan China secara khusus kepada negara-negara Amerika Latin dan Karibia.

“Kami akan terus meningkatkan kerja sama dan saling memberikan dukungan dengan negara-negara Amerika Latin dan Karibia, mengenai bentuknya, saya pikir hal ini perlu diputuskan bersama antara China dan negara-negara terkait,” ungkap Mao Ning.

Pada 3 Januari, AS melancarkan serangan besar terhadap Venezuela, menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, serta membawa mereka ke New York. Keduanya diadili pada Senin (5/1) atas dugaan keterlibatan dalam kejahatan terorisme narkoba dan konspirasi untuk mengimpor kokain serta dianggap sebagai ancaman, termasuk bagi AS.

Pemerintahan Trump menggambarkan operasi itu sebagai bagian dari penegakan kembali Doktrin Monroe dan upaya memberantas dugaan perdagangan narkoba serta korupsi, sekaligus memperkuat pengaruh AS atas cadangan minyak besar Venezuela.

Artikel ini ditulis oleh:
Arie Saputra