Danantara Targetkan Aset Tiga Kali Lipat pada 2030

Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia Mohamad Al-Arief (kiri)

JAKARTA, bincang.id – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menargetkan peningkatan nilai aset kelolaan hingga tiga kali lipat pada tahun 2030. Target ambisius ini akan dicapai melalui strategi transformasi dan konsolidasi besar-besaran terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia, Mohamad Al-Arief, mengungkapkan bahwa saat ini total aset Danantara telah mencapai 900 miliar dolar AS atau setara Rp15,29 kuadriliun. Hal tersebut disampaikannya dalam Panel Diskusi World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Selasa (20/1).

“Dalam lima tahun mendatang, kami harus meningkatkan aset melalui penciptaan nilai dan secara bertahap mencapai tujuan untuk melipatgandakan jumlah tersebut hingga tiga kali lipat pada 2030,” ujar Al-Arief.

Konsolidasi Ribuan BUMN Guna merealisasikan target tersebut, Danantara berencana melakukan perampingan terhadap 1.068 BUMN menjadi 221 entitas usaha dalam kurun waktu 3-4 tahun ke depan. Saat ini, ribuan perusahaan pelat merah tersebut masih tersebar di bawah pengelolaan sekitar 50 holding lintas sektor.

Al-Arief menjelaskan bahwa proses konsolidasi bertujuan untuk menghadirkan efisiensi, profesionalisme, dan daya saing global. Ia berharap transformasi ini mampu mendorong lebih banyak perusahaan Indonesia masuk dalam daftar Fortune 500, menyusul Pertamina dan PLN.

“Proses konsolidasi telah dimulai melalui tahap tinjauan bisnis mendasar terhadap setiap lini usaha. Nantinya akan ada fase perampingan melalui penggabungan untuk menciptakan lebih banyak nilai tambah,” imbuhnya.

Diplomasi Ekonomi di Davos Partisipasi Danantara dalam WEF 2026 merupakan bagian dari strategi diplomasi ekonomi pemerintah. Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyebut kehadiran Indonesia di forum internasional tersebut sangat krusial untuk memacu daya saing sektor ekonomi nasional.

Selain Danantara, delegasi Indonesia dalam forum yang berlangsung pada 19-22 Januari 2026 ini juga melibatkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:
Jalil