Pekanbaru, Bincang.id – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai menyelimuti wilayah Riau dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat di Bumi Melayu Riau.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Riau, Sri Sadono Mulyanto mengungkapkan, hingga saat ini, pihaknya belum mendirikan posko kesehatan khusus untuk menangani dampak kabut asap.
“Kami menunggu bagaimana perkembangan dan kebutuhan. Tapi pada prinsipnya kami siap,” ujar Sadono saat diwawancarai Kompas.com di kantornya di Pekanbaru, Selasa (22/7).
Ia menjelaskan, kabut asap saat ini belum berdampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat.
“Dari 12 kabupaten dan kota, dinas kesehatannya belum ada yang mendirikan posko khusus lapangan,” tambahnya.
Untuk pelayanan kesehatan bagi warga yang terdampak kabut asap, saat ini dilakukan di puskesmas di seluruh wilayah Riau.
Sadono menyatakan, semua puskesmas telah diperintahkan untuk menangani dampak kabut asap, dan beberapa di antaranya sudah mulai membagikan masker kepada masyarakat.
Sadono juga menyebutkan, wilayah yang paling parah terkena kabut asap adalah Kabupaten Rokan Hilir.
“Dalam satu atau dua hari kami akan turun ke Rohil untuk melakukan penanganan kabut asap,” ujarnya.
Sementara itu, di Kota Pekanbaru, kabut asap belum masuk dalam kategori mengkhawatirkan.
“Kalau di Pekanbaru memang ada terlihat asap, tapi tidak parah. Kualitas udara masih bagus,” sebutnya.
Hingga saat ini, belum ada peningkatan kasus penyakit yang ditimbulkan oleh kabut asap.
“Untuk data bulan ini belum kita rekap berapa orang yang terdampak. Tapi, memang belum ada peningkatan yang signifikan,” kata Sadono.
Namun, ia mengingatkan bahwa kabut asap dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), iritasi mata, dan asma.
“Kendati demikian, ada potensi meningkatnya penyakit akibat asap Karhutla tersebut,” tambahnya.
Sadono meminta dinas kesehatan kabupaten dan kota di Riau untuk terus melaporkan kondisi kabut asap di wilayah masing-masing.
“Kami juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar menghindari paparan asap. Pakai masker bila beraktivitas di luar ruangan, dan perbanyak minum air putih,” tutupnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Arie Saputra






