Kementerian BUMN Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional Lewat INACRAFT 2025

Dalam pameran yang berlangsung pada 5-9 Februari di Yogyakarta, UMKM binaan Kementerian BUMN memamerkan 149 produk unggulan dari kategori fesyen, kerajinan tangan, dan aksesoris yang dikelola melalui platform Rumah BUMN. Penjualan produk UMKM dalam pameran ini tercatat mencapai Rp5,7 miliar.

Dalam pameran yang berlangsung pada 5-9 Februari di Yogyakarta, UMKM binaan Kementerian BUMN memamerkan 149 produk unggulan dari kategori fesyen, kerajinan tangan, dan aksesoris yang dikelola melalui platform Rumah BUMN. Penjualan produk UMKM dalam pameran ini tercatat mencapai Rp5,7 miliar.

Jakarta, bincang.id – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkomitmen mendukung kemajuan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dengan menghadirkan 52 UMKM binaan dalam ajang pameran kerajinan dan seni terbesar di Indonesia, INACRAFT 2025.

Dalam pameran yang berlangsung pada 5-9 Februari di Yogyakarta, UMKM binaan Kementerian BUMN memamerkan 149 produk unggulan dari kategori fesyen, kerajinan tangan, dan aksesoris yang dikelola melalui platform Rumah BUMN. Penjualan produk UMKM dalam pameran ini tercatat mencapai Rp5,7 miliar.

Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan pentingnya peran BUMN dalam menciptakan peluang berkelanjutan bagi UMKM, sejalan dengan visi Astacita Presiden Prabowo Subianto.

“Ini adalah langkah nyata kita dalam mendorong kewirausahaan dan memperkuat industri kreatif, sebagaimana yang diamanatkan dalam Astacita Presiden,” kata Erick Thohir dalam pernyataannya di Jakarta, Sabtu (15/2).

BUMN yang berkontribusi dalam INACRAFT 2025 mencakup berbagai sektor, seperti infrastruktur, energi, telekomunikasi, keuangan, hingga transportasi. Di antaranya adalah PLN, Telkom, Waskita Karya, Pupuk Indonesia, BTN, dan Angkasa Pura Indonesia.

Salah satu pelaku UMKM yang merasakan manfaat pendampingan BUMN adalah Susi Wahyuni, pemilik brand kerajinan Jussi yang dibina oleh PTPN IV.

“Kami bangga sekali bisa ikut INACRAFT. Pastinya kami sangat berterima kasih kepada Rumah BUMN Batu Bara, PTPN IV, dan Kementerian BUMN yang telah membantu meningkatkan popularitas brand kami dan kerajinan khas batu bara,” ujar Susi.

Para pengusaha UMKM meyakini keterlibatan dalam pameran seperti INACRAFT dapat membantu mereka meningkatkan skala bisnis hingga ke pasar internasional.

Melalui Rumah BUMN, Kementerian BUMN terus menunjukkan komitmennya untuk memberdayakan pelaku usaha lokal. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan kemandirian ekonomi nasional sekaligus membawa produk-produk Indonesia ke kancah global.

Langkah strategis ini menjadi salah satu bukti nyata sinergi antara pemerintah dan UMKM dalam mengembangkan industri kreatif dan mendorong kewirausahaan di Tanah Air.

Artikel ini ditulis oleh:
Arbie Marwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *