Kementerian PU Bangun Huntara 2 di Aceh Tamiang

Menteri Dody saat meninjau lokasi di Karang Baru, Selasa (20/1/2026).

ACEH TAMIANG, bincang.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memulai pembangunan Hunian Sementara (Huntara) 2 di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Proyek ini bertujuan mempercepat pemulihan pascabencana agar warga terdampak dapat segera meninggalkan tenda pengungsian menuju hunian yang lebih layak dan nyaman.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa percepatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Pihaknya menargetkan warga sudah bisa menempati hunian baru sebelum memasuki bulan Ramadan.

“Yang terpenting masyarakat bisa masuk ke rumah, keluar dari tenda. Kita dorong percepatan di beberapa tempat agar warga bisa beribadah Ramadan dengan lebih aman dan tenang,” ujar Menteri Dody saat meninjau lokasi di Karang Baru, Selasa (20/1/2026).

Huntara 2 dibangun menggunakan konsep modular di atas lahan seluas 13.248 meter persegi. Infrastruktur ini terdiri atas 13 blok hunian dan satu mushola yang mampu menampung 156 kepala keluarga atau sekitar 624 jiwa. Untuk menjamin sanitasi, Kementerian PU juga menyediakan 78 unit toilet dan 78 unit kamar mandi.

Inovasi Peredam Panas Salah satu keunggulan Huntara 2 adalah penggunaan lapisan aluminium foil pada atap di setiap unitnya. Teknologi ini berfungsi sebagai peredam panas dengan memantulkan radiasi matahari, sehingga suhu ruangan tetap sejuk meski di siang hari. Inovasi ini diharapkan mampu mengurangi tekanan psikologis warga selama masa transisi.

Lokasi pembangunan di pusat kota Kabupaten Aceh Tamiang dipilih secara strategis agar dekat dengan fasilitas umum, seperti sekolah. Hal ini dilakukan guna memastikan aktivitas sosial dan pendidikan warga tetap berjalan normal.

Target Selesai Februari Kementerian PU menargetkan seluruh proses pembangunan rampung pada pertengahan Februari 2026. Selain di Aceh Tamiang, penanganan serupa juga tengah dilakukan di wilayah terdampak lainnya di Aceh.

Saat ini, progres pembangunan di Bener Meriah telah mencapai 5,32 persen. Sementara itu, untuk wilayah Pidie Jaya dan Aceh Utara, tim di lapangan masih melakukan survei lokasi sebagai tahap awal pembangunan huntara bagi warga terdampak.

Artikel ini ditulis oleh:
Jalil