JAKARTA, bincang.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mempercepat penanganan pascabencana di Provinsi Aceh dengan fokus pada sektor sumber daya air. Langkah strategis ini mencakup normalisasi sungai, pengamanan tanggul, hingga pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak di berbagai kabupaten.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur air menjadi prioritas utama untuk melindungi warga sekaligus mencegah bencana susulan. Sesuai arahan Presiden, seluruh jajaran Kementerian PU diminta bergerak cepat dan terkoordinasi di lapangan.

“Kami memprioritaskan normalisasi sungai, pengamanan tanggul, serta penyediaan air bersih. Penanganan ini sangat krusial untuk memastikan infrastruktur kembali berfungsi optimal guna mendukung aktivitas masyarakat,” ujar Menteri Dody dalam keterangan resminya.
Penyediaan Air Bersih di Berbagai Daerah Di Kabupaten Aceh Tamiang, Kementerian PU berencana membangun 24 titik sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air baku. Guna mendukung program tersebut, sebanyak enam unit mesin bor telah dimobilisasi dari berbagai wilayah di Aceh, seperti Banda Aceh, Aceh Utara, dan Aceh Barat Daya.
Selain sumur bor, dukungan air bersih juga disalurkan ke sejumlah wilayah lain sebagai berikut:

-
Kabupaten Pidie: Satu mobil tangki air dan lima hidran umum.
-
Kabupaten Bireuen dan Pidie Jaya: Satu mobil tangki air dan 13 hidran umum.
-
Kabupaten Gayo Lues: Dua mobil tangki air, 10 hidran umum, serta fasilitas sanitasi.
-
Kabupaten Aceh Tenggara: Dua mobil tangki air, 15 hidran umum, dan satu unit vakum sanitasi.
-
Kabupaten Aceh Timur: Satu mobil tangki air untuk distribusi di lima desa terdampak, yaitu Alue Buloh 1, Matang Rayeuk, Matang Seupeng, Bantaian, dan Titi Baroeh.

Normalisasi Alur Sungai Kementerian PU juga melalui unit teknis bidang sumber daya air melakukan penanganan darurat berupa normalisasi pada sejumlah alur sungai yang mengalami sedimentasi akibat banjir bandang. Langkah ini bertujuan untuk memulihkan kapasitas tampung sungai agar risiko banjir di masa mendatang dapat diminimalisasi.
Menteri Dody berharap dengan percepatan penanganan ini, kondisi lingkungan dan aktivitas ekonomi masyarakat di Aceh dapat segera kembali normal secara berkelanjutan.

Artikel ini ditulis oleh:
Jalil












