Berita  

Kementerian PU Percepat Penanganan Banjir di Kabupaten Banjar

BANJAR, Bincang.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani banjir yang merendam Desa Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Langkah darurat ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat dan akses logistik di wilayah terdampak.

Banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang mencapai 95,8 hingga 135 mm per hari, diperparah dengan fenomena air pasang Sungai Barito. Kondisi ini menyebabkan genangan luas di permukiman, lahan sawah, serta fasilitas umum di sembilan kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pemulihan akses dan perlindungan warga. “Kementerian PU bergerak cepat agar akses logistik dan mobilitas warga segera pulih. Kita ingin memastikan warga tidak berlama-lama dalam kondisi sulit,” ujar Dody saat meninjau lokasi, Jumat (9/1/2026).

Sebagai langkah jangka panjang, Pemerintah tengah mempercepat pembangunan Bendungan Riam Kiwa. Bendungan dengan volume tampungan 69 juta meter kubik ini diproyeksikan mampu mereduksi potensi banjir tahunan di Kabupaten Banjar dan Barito Kuala hingga 70 persen. Selain pengendalian banjir, bendungan tersebut juga akan berfungsi untuk irigasi seluas 1.800 hektare dan penyediaan air baku.

Di lapangan, melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, Kementerian PU telah mengerahkan satu unit ekskavator untuk normalisasi aliran sungai. Petugas fokus membersihkan material penghambat seperti sampah, eceng gondok, dan ranting pohon yang memperparah luapan air.

Upaya normalisasi dilakukan mulai dari hulu hingga hilir guna memperlancar aliran air menuju pembuangan akhir. Kementerian PU berkomitmen memastikan konektivitas wilayah segera kembali normal demi menopang roda perekonomian masyarakat Kalimantan Selatan.

Artikel ini ditulis oleh:
Jalil