Jakarta, Bincang.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani longsor susulan yang memutus ruas jalan nasional penghubung Gayo Lues–Aceh Tenggara. Bencana yang dipicu curah hujan tinggi sejak Jumat (2/1/2026) tersebut sempat melumpuhkan arus lalu lintas di beberapa titik strategis.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan konektivitas merupakan prioritas utama demi menjaga urat nadi perekonomian daerah. Ia menargetkan jalur tersebut dapat kembali normal sepenuhnya pada 7 Januari 2026 pukul 15.00 WIB.
“Kami terus memastikan seluruh ruas jalan nasional di Aceh dapat dilalui. Penanganan kami percepat agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal,” ujar Menteri Dody dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (3/1/2026).
Mobilisasi Alat Berat Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh telah mengerahkan alat berat sejak Jumat sore. Di lokasi terdampak, sebanyak 8 unit ekskavator, 2 unit dozer, dan 4 unit loader bekerja ekstra untuk membersihkan material longsoran.


Kepala BPJN Aceh, Heri Yugiantoro, menjelaskan bahwa penanganan dibagi ke dalam beberapa segmen. Segmen Tetunpun sepanjang 200 meter telah berhasil difungsionalkan kembali pada Sabtu (3/1/2026) pukul 14.00 WIB. Begitu pula dengan segmen Begade yang sebelumnya tertutup batuan besar.
“Di segmen Begade sedang dilakukan penanganan batu menggunakan alat breaker. Kami juga mendatangkan dua unit breaker tambahan dari Medan untuk mempercepat proses,” jelas Heri. Sementara itu, pembersihan material di segmen Tangsaran sepanjang 300 meter masih terus berlangsung.
Ratusan Personel Siaga Secara keseluruhan, Kementerian PU menyiagakan 811 personel gabungan yang terdiri dari petugas kementerian, BUMN Karya, TNI, dan pemerintah daerah. Tim ini bekerja secara bergantian di lapangan untuk memastikan aspek keamanan dan kecepatan penanganan.
Selain personel, total 145 unit alat berat telah disebar di berbagai titik terdampak bencana di seluruh Aceh. Dukungan logistik ini mencakup 67 unit ekskavator, 48 unit dump truck, serta belasan unit wheel loader dan crane. Langkah masif ini diharapkan dapat segera memulihkan aksesibilitas dan menjamin keselamatan para pengguna jalan di wilayah terdampak.
Artikel ini ditulis oleh:
Jalil






