Berita  

Kementerian PU Tangani 1.459 Titik Bencana di Sumatera

Menteri PU Dody Hanggodo (kiri kedua) dalam pertemuan bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (paling kanan), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno (kanan kedua), dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (tengah) di Gedung Command Center Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (8/1).

JAKARTA, Bincang.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pemulihan infrastruktur dasar pada 1.459 titik terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini difokuskan pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi untuk memulihkan aktivitas ekonomi serta sosial masyarakat.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan sumber daya maksimal sejak awal bencana. Hingga 7 Januari 2026, tercatat 523 titik terdampak di Aceh, 306 titik di Sumatera Utara, dan 630 titik di Sumatera Barat.

“Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar seperti fasilitas ibadah, layanan kesehatan, dan hunian layak,” ujar Dody usai pertemuan di Gedung Command Center Kemendagri, Jakarta, Kamis (8/1).

Untuk mendukung penanganan tersebut, Kementerian PU mengerahkan 1.712 unit alat berat dan 1.328 personel di lapangan. Fokus utama mencakup pembersihan material, normalisasi sungai, serta perbaikan jalan dan jembatan yang rusak.

Konektivitas dan Layanan Air Di sektor Bina Marga, sebanyak 1.410 ruas jalan nasional kini sudah berfungsi kembali, sementara 551 ruas lainnya masih dalam proses perbaikan. Di sisi lain, tercatat 623 jembatan daerah masih membutuhkan penanganan intensif, termasuk pengadaan jembatan Bailey dan jembatan Armco.

Kementerian PU juga memprioritaskan penyediaan air bersih melalui pengadaan sumur bor, khususnya di wilayah Aceh Tamiang. Di sektor Cipta Karya, sebanyak 470 unit sarana prasarana seperti tangki air dan toilet portabel telah disalurkan guna menjamin sanitasi masyarakat terdampak.

Pembangunan Hunian Sementara Terkait infrastruktur permukiman, Kementerian PU saat ini tengah merampungkan pembangunan 84 unit Hunian Sementara (Huntara) di Aceh Tamiang dengan progres mencapai 80,14 persen. Secara total, pemerintah berencana membangun 1.606 unit Huntara yang tersebar di beberapa lokasi, termasuk Bener Meriah, Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Tapanuli Selatan.

Menteri Dody menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk memperkuat mitigasi bencana. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan wilayah terhadap ancaman bencana hidrometeorologi di masa mendatang.

Artikel ini ditulis oleh:
Jalil