Jakarta, bincang.id – Dalam memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 2025, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo melakukan peninjauan jalur mudik dari Jakarta menuju Jawa Tengah (Jateng).
Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa jalur-jalur utama yang akan dilalui pemudik dalam kondisi aman, lancar, dan siap digunakan.
“Upaya ini penting dilakukan sebagai langkah antisipatif dalam rangka pengambilan kebijakan, seperti halnya penerapan skenario rekayasa lalu lintas, jika sewaktu-waktu terjadi kepadatan,” ujar Menhub dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (27/2/2025).
Peninjauan tersebut mencakup Jalan Tol Trans Jawa, mulai dari Tol Jakarta-Cikampek hingga Tol Kalikangkung di Semarang, sebelum melanjutkan ke jalur arteri dan berakhir di kawasan Magelang, Jawa Tengah. Sepanjang perjalanan, Menhub dengan cermat mengevaluasi kondisi jalan, titik rawan kecelakaan, serta lokasi-lokasi yang berpotensi mengalami kepadatan kendaraan.
Salah satu fokus utama dalam inspeksi ini adalah pengawasan terhadap kendaraan over dimension and over loading (ODOL) yang kerap menjadi penyebab kemacetan dan kecelakaan di jalan tol. Menhub Dudy secara langsung menyaksikan operasi pengawasan dan penegakan hukum terhadap angkutan ODOL di Tol Jakarta-Cikampek.
Operasi ini dilakukan oleh tim gabungan dari Kementerian Perhubungan, Polri, Dinas Perhubungan, dan Jasa Marga. Sejak dimulai pada 6 Februari 2025, operasi tersebut dinilai berjalan lancar dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
“Saya mengapresiasi seluruh petugas yang telah melakukan pengawasan dan penegakan hukum terhadap angkutan ODOL. Saya berharap kegiatan ini dapat meningkatkan keselamatan dan mencegah kecelakaan di jalan raya,” ujar Menhub.
Setelah meninjau operasi ODOL, Menhub Dudy melanjutkan perjalanan menuju Tol Kalikangkung. Ia juga menyempatkan diri untuk mengunjungi Kantor Jasa Marga Semarang-Batang guna membahas lebih lanjut kesiapan jalur tol yang akan digunakan saat arus mudik.
Dalam perjalanannya, Menhub menemukan beberapa ruas jalan masih dalam tahap perbaikan. Ia pun meminta pihak pengelola jalan tol untuk memastikan perbaikan dilakukan dengan maksimal agar jalur dapat digunakan dengan aman dan nyaman saat arus mudik.
“Saya mengapresiasi pihak pengelola jalan tol yang telah melakukan perbaikan jalan di sepanjang Tol Trans Jawa,” katanya. “Saya harap perbaikan ini selesai tepat waktu dan hasilnya berkualitas.”
Menhub memastikan bahwa secara keseluruhan persiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2025 sudah matang. Kolaborasi antara kementerian, pemerintah daerah, hingga pemangku kepentingan lainnya dinilai cukup solid dalam mempersiapkan infrastruktur mudik.
Namun, ia tetap mengingatkan bahwa faktor kesiapan kendaraan dan kondisi pemudik juga sangat penting. Menhub mengimbau masyarakat untuk memeriksa kondisi kendaraan sebelum berangkat, memperhitungkan jarak tempuh, dan menjaga kesehatan.
“Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, perhitungkan jarak tempuh perjalanan, dan yang tak kalah penting jaga kesehatan,” ujar Menhub.
Ulasan Perbincangan Publik
Peninjauan jalur mudik oleh Menhub dan Menteri PUPR mendapat respons beragam dari masyarakat. Banyak warganet yang mengapresiasi langkah ini, tetapi tak sedikit pula yang mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait kesiapan infrastruktur dan rekayasa lalu lintas.
- Kesiapan Infrastruktur Masih Dipertanyakan
Meskipun Menhub menyatakan bahwa persiapan sudah matang, banyak masyarakat yang masih meragukan kesiapan infrastruktur, terutama jalan tol dan jalur arteri yang masih dalam tahap perbaikan. Mereka khawatir perbaikan tidak selesai tepat waktu dan justru menimbulkan kemacetan saat arus mudik. - Masalah ODOL dan Keselamatan di Jalan
Publik menyoroti bagaimana kendaraan over dimension and over loading (ODOL) masih menjadi persoalan tahunan yang belum terselesaikan. Meski ada operasi pengawasan, banyak yang menuntut agar penindakan terhadap ODOL diperketat dan tidak hanya dilakukan menjelang mudik. - Antisipasi Kemacetan di Titik Rawan
Sejumlah titik rawan kemacetan seperti Tol Cipali, Tol Kalikangkung, dan jalur Pantura menjadi perhatian utama. Publik berharap agar rekayasa lalu lintas seperti contra flow dan one way diterapkan dengan efektif dan tidak membingungkan pengendara. - Keamanan Pemudik di Jalur Alternatif
Masyarakat yang berencana menggunakan jalur arteri dan jalur alternatif juga menyoroti faktor keamanan. Mereka berharap penerangan jalan, kondisi aspal, serta fasilitas pendukung seperti rest area mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Kesiapan jalur mudik menjadi ujian besar bagi pemerintah dalam mengelola pergerakan jutaan orang saat Lebaran 2025. Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat pascapandemi, tantangan dalam mengelola lalu lintas tidak hanya sebatas rekayasa jalan, tetapi juga kesiapan infrastruktur, pengawasan kendaraan ODOL, serta keselamatan para pemudik.
Kini, masyarakat menanti apakah hasil dari peninjauan ini akan benar-benar berdampak pada kelancaran arus mudik atau justru hanya menjadi wacana tahunan tanpa implementasi yang nyata.





