Berita  

Menteri PU Siapkan 48 Sumur Bor di Aceh Tamiang

Menteri Pekerjaan Umum, Dody saat meninjau lokasi bencana di Aceh Tamiang, Rabu (24/12/2024).

Jakarta, bincang.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat penyediaan air bersih dan sanitasi bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Sebagai langkah utama, Kementerian PU akan melakukan pengeboran sumur air tanah di 48 titik secara bertahap untuk menjamin keberlanjutan pasokan air warga.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa ketersediaan air bersih menjadi prioritas utama setelah perbaikan akses jalan dan jembatan mulai membaik. Hal ini dilakukan guna mencegah timbulnya wabah penyakit pascabencana.

“Kalau sudah tidak ada air, penyakit pasti datang. Fokus kita berikutnya adalah soal air. Air bersih harus segera tersedia untuk seluruh masyarakat,” ujar Menteri Dody saat meninjau lokasi bencana di Aceh Tamiang, Rabu (24/12/2024).

  • Fokus Pengeboran Sumur Dalam

Menteri Dody menjelaskan, pengeboran akan diprioritaskan pada sumber air dalam (sumur dalam). Keputusan ini diambil karena kondisi tanah pascabencana yang berlumpur membuat pencarian sumber air dangkal menjadi lebih sulit.

Dalam pelaksanaannya, Kementerian PU akan mengombinasikan perbaikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang rusak dengan pengeboran titik baru. Upaya percepatan ini juga melibatkan dukungan personel dari unsur TNI dan Polri.

“Kita kombinasikan perbaikan SPAM yang rusak dengan pengeboran sumber air dalam supaya air yang keluar benar-benar bersih bagi masyarakat,” tambahnya.

  • Penyaluran Bantuan Darurat

Sembari menunggu proses pengeboran, Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) telah menyiagakan 27 unit Hidran Umum (HU) dengan kapasitas 1.000 hingga 2.000 liter. Pasokan air tersebut diisi ulang dua kali sehari untuk memenuhi kebutuhan harian warga.

Di sisi sanitasi, sebanyak 13 unit toilet portabel dan 10 set toilet knockdown telah difungsikan di titik-titik pengungsian. Fasilitas ini didukung oleh satu unit truk tinja yang beroperasi rutin untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Saat ini, tambahan bantuan logistik dari Jakarta sedang dalam pengiriman menggunakan Kapal Ostina menuju Pelabuhan Belawan. Bantuan tersebut meliputi mobil tangki air, unit IPA Mobile Setta, alat penyedot tinja, serta puluhan unit hidran umum tambahan untuk mempercepat pemulihan di Aceh Tamiang.

Artikel ini ditulis oleh:
Jalil