Calon pemain naturalisasi tim nasional Indonesia, Miliano Jonathans, mengaku sudah menjalin komunikasi langsung dengan pelatih Patrick Kluivert. Winger berusia 21 tahun itu menjadi salah satu nama yang diproyeksikan memperkuat skuad Garuda bersama Mauro Zijlstra pada laga FIFA Match Day kontra Lebanon di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, 8 September mendatang.
“Saya sudah berbicara dengannya melalui telepon. Kami mendiskusikan gaya bermain dan banyak hal lainnya. Itu membuat saya semakin tidak sabar menantikan kesempatan ini,” kata Miliano, dikutip dari laman resmi FC Utrecht, Selasa (26/8).
Miliano, yang memiliki darah Indonesia dari kakek ayahnya asal Depok, mengungkapkan alasannya akhirnya memilih membela Merah Putih. Ia menegaskan bahwa keputusan ini lahir dari hati, bukan semata pertimbangan karier.
“Ini adalah petualangan baru bagi saya dan saya tak sabar memulainya. Saya membicarakannya dengan orang tua dan orang-orang terdekat. Pada akhirnya, hati saya memilih Indonesia. Itu sebabnya saya mengambil keputusan ini,” tutur pemain sayap Utrecht tersebut.
Ia juga bercerita bahwa sang ayah sangat mendukung langkahnya membela Indonesia. “Ayah saya sempat menonton pertandingan timnas beberapa bulan lalu. Sepulangnya, beliau begitu antusias karena melihat sepak bola di sana sangat dinamis dan berbeda dengan Belanda. Itu membuat saya semakin penasaran untuk segera merasakannya,” tambah Miliano, yang musim ini sudah lima kali tampil di Eredivisie bersama Utrecht.
Adapun proses naturalisasi Miliano dan Mauro Zijlstra telah mendapat persetujuan DPR RI melalui Rapat Paripurna, Selasa (26/8). Selanjutnya, dokumen keduanya akan diajukan ke Sekretariat Negara untuk memperoleh Surat Keputusan Presiden (Keppres) sebelum menjalani pengambilan sumpah sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).
Jika seluruh proses berjalan lancar, keduanya berpeluang besar melakoni debut bersama tim Garuda dalam uji coba internasional melawan Lebanon.






