Energi  

Minat Konversi Kendaraan Listrik Meningkat, Pemerintah Targetkan Pengurangan Emisi Karbon

Jumlah kendaraan yang berhasil dikonversi naik drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2023, hanya 145 unit kendaraan yang berhasil dikonversi. Namun, pada 2024, jumlah itu meningkat menjadi sekitar 1.300-an kendaraan.

Jakarta, bincang.id – Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan bahwa minat masyarakat terhadap konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik mengalami lonjakan signifikan pada tahun 2024.

“Naik ya dari tahun 2023 yang hanya tercapai 145 unit, sekarang kita konversi kendaraan motor listrik itu sudah 1.300-an,” kata Eniya Listiani di sela kegiatan acara Toyota Series Carbon Neutrality di Jakarta, Jumat (14/2).

Lonjakan minat ini didukung oleh program insentif pemerintah yang ditambah dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan. Menurut Eniya, kombinasi dana insentif sebesar Rp15 juta telah membantu mempercepat realisasi program tersebut.

“Kemarin dikasih insentif Rp10 juta plus dana CSR dari perusahaan sekitar Rp5 juta untuk beli baterainya. Jadi ada tambahan insentif Rp15 juta, dan Alhamdulillah kemarin yang langsung masuk ke Kementerian ESDM itu sudah tersalurkan untuk melakukan program konversi motor listrik,” jelasnya.

Program konversi kendaraan listrik ini, kata Eniya, akan terus berlanjut guna mendukung ekosistem kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran Rp1,75 triliun pada 2024 untuk memberikan subsidi dalam pembelian 200.000 unit motor listrik baru dan 50.000 unit motor hasil konversi.

Dalam program ini, Kementerian ESDM memberikan subsidi Rp10 juta per unit motor yang dikonversi, sementara dana CSR perusahaan turut memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut. “Kalau masyarakat berjalan seragam atau kompak dalam mendukung program ini, saya yakin emisi karbon dapat turun hingga 132,25 juta ton CO2,” ujar Eniya.

Dia menegaskan bahwa keberlanjutan program ini juga menjadi salah satu agenda penting dalam pembahasan lintas kementerian. Kementerian ESDM bekerja sama dengan pelaku usaha dan mitra lainnya untuk memastikan program berjalan sesuai target dan berkontribusi pada pengurangan emisi karbon secara signifikan.

Dengan peningkatan konversi kendaraan listrik dan keberlanjutan program ini, pemerintah berharap Indonesia dapat mempercepat transisi energi bersih serta menciptakan transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Artikel ini ditulis oleh:
Arbie Marwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *