Mossad Pernah Latih Intelijen Militer Indonesia

Jakarta, bincang.id — Agen intelijen Israel, Mossad, dilaporkan pernah menyusup ke Indonesia dengan kedok kegiatan dagang dan sempat melatih perwira militer Indonesia untuk kepentingan operasi intelijen, termasuk pelacakan sisa-sisa anggota PKI dan pemberantasan terorisme.

Informasi ini mencuat kembali setelah konflik bersenjata Iran-Israel yang menewaskan Panglima Garda Revolusi Iran Mayor Jenderal Hossein Salami, diduga merupakan operasi Mossad. Sepak terjang Mossad pun kembali jadi sorotan global.

Salah satu alasan utama dibentuknya Mossad yakni kesadaran Israel bahwa kekuatan militer tradisional saja tidak akan cukup untuk menjamin keamanan,” tulis Frank Gaughan dalam Mossad: The Secret History of Israel’s Intelligence Agency, dikutip Kamis (19/6/2025).

Mossad, yang resmi berdiri pada 1949, telah menjalankan banyak operasi rahasia global, termasuk membangun jaringan di Asia. Dalam catatan sejarah, Mossad disebut memiliki hubungan intelijen dengan berbagai negara Asia, termasuk Indonesia, meski tanpa hubungan diplomatik resmi.

Mossad memberikan pelatihan intelijen kepada Pemerintah Taiwan dan terus menjalin kontak… Israel juga memiliki hubungan dengan Jepang, Thailand, Indonesia, dan Korea Selatan,” ungkap Haggai Esshed dalam Reuven Shiloah, the Man Behind the Mossad.

Menurut sejarawan militer AS, Ken Conboy, pada awal Orde Baru, Presiden Soeharto menjalin kontak tidak resmi dengan Israel, yang dilanjutkan dengan pelatihan intelijen oleh tim Mossad dari markas di Singapura.

Mossad mengirimkan utusan… ke Jakarta, lalu mengadakan pembicaraan yang berbuah. Israel menyelenggarakan latihan buat tentara Indonesia dan intelijennya,” tulis Conboy dalam Intel: Menguak Tabir Dunia Intelijen Indonesia.

Jacob Abadi, akademisi Akademi Angkatan Udara AS, menambahkan bahwa CIA mencatat Mossad pernah memiliki pos rahasia di Jakarta dengan penyamaran komersial.

Mossad mempertahankan stasiun (pangkalan) di Jakarta dengan kedok komersial. Pada awal 1980-an, kedua negara memperluas kontak mereka ke bidang militer,” kata Jacob dalam Israel’s Quest for Recognition and Acceptance in Asia.

Lebih lanjut, Israel Shahak dalam Open Secrets menyebut bahwa Indonesia bahkan membeli pesawat tempur Skyhawk dan helikopter dari Israel melalui Mossad sebagai perantara.

Pesawat tempur dan heli itu surplus AU Israel… Israel tidak dapat menjual apa pun dari surplus tersebut tanpa persetujuan Amerika,” ujarnya.

Meski hubungan ini tidak pernah diumumkan secara resmi oleh pemerintah Indonesia, berbagai literatur dan laporan intelijen asing mengungkapkan keterlibatan senyap Mossad di Indonesia sejak 1970-an hingga awal 1980-an.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *