JAKARTA, bincang.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menjelaskan penyebab kenaikan harga gas bagi industri non-Pengguna Gas Bumi Tertentu (non-PGBT). Kenaikan harga ini akan berlaku mulai Mei 2025 dan dipicu oleh beberapa faktor, terutama keterbatasan pasokan gas pipa di sejumlah wilayah serta dinamika harga energi global.
Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman, menyampaikan bahwa keterbatasan pasokan gas pipa terjadi di wilayah Jawa Bagian Barat, Lampung, Riau, dan Kepulauan Riau sejak tahun 2024. Pasokan gas pipa ini diperkirakan akan terus terbatas dalam beberapa tahun ke depan. Oleh karena itu, PGN perlu melakukan penyesuaian harga untuk pelanggan non-PGBT agar sesuai dengan perubahan struktur pasokan gas yang ada.
“Terhadap kondisi tersebut, maka perlu dilakukan penyesuaian terhadap ketersediaan gas pipa bagi pelanggan non-PGBT,” ujarnya, dilansir dari Kontan.id, Jakarta, Selasa (8/4).
Fajriyah menjelaskan bahwa pasokan gas pipa yang tersedia pada 2025 hanya sekitar 371 BBTUD, sementara permintaan total mencapai 534 BBTUD. Sebanyak 325 BBTUD dari total pasokan tersebut telah diprioritaskan untuk pelanggan HGBT, sesuai dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 134/2022. Akibatnya, pelanggan non-PGBT akan menerima pasokan gas yang berasal dari regasifikasi LNG (eks-LNG), yang harganya dipengaruhi oleh harga minyak mentah Indonesia (ICP) dan kondisi pasar global.
PGN juga menyampaikan bahwa pihaknya memberikan masa transisi bagi pelanggan non-PGBT agar dapat beradaptasi dengan perubahan tersebut. Penyesuaian penuh penggunaan gas eks-LNG ini akan diterapkan mulai Mei 2025.
“Sebagai konsekuensinya, harga gas yang diterima oleh pelanggan non-PGBT akan mengalami penyesuaian, karena sebagian besar pasokan kini berasal dari LNG yang mengikuti fluktuasi harga pasar global,” ujar Fajriyah.
Untuk menjaga agar harga gas tetap kompetitif, PGN berkomitmen untuk mengoptimalkan portofolio pasokan gas, mengeksplorasi kontrak-kontrak yang lebih fleksibel, dan memastikan transisi yang lancar bagi seluruh pelanggan.
“PGN akan terus berupaya menyediakan pasokan gas yang andal serta mendukung pertumbuhan industri nasional dengan solusi yang berkelanjutan. Kami juga akan berkoordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan terkait,” tambahnya.
Dengan adanya penyesuaian harga ini, PGN berharap dapat menciptakan stabilitas pasokan gas yang lebih baik, meskipun dengan tantangan keterbatasan pasokan yang ada.






