Berita  

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Sukses Pemecah Kemacetan di Jakarta

Transjakarta Rencanakan Penambahan Rute di Bodetabek, Pro dan Kontra Muncul

Jakarta, bincang.id – Kemacetan di Jakarta semakin parah, dan Polda Metro Jaya berinisiatif membentuk tim sukses (timses) pemecah kemacetan. Dilansir dari ANTARA pada Rabu (12/2), Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, Inspektur Jenderal (Irjen) Karyoto, tengah membentuk tim untuk mengurai kemacetan di kota Jakarta.

Karyoto menyadari bahwa masyarakat sudah muak dengan kemacetan Jakarta yang tak kunjung usai. Oleh karena itu, tim baru ini akan dikerahkan ke area-area bermasalah berdasarkan informasi terkini dari Pusat Manajemen Lalu Lintas (TMC) dan laporan dari petugas di lapangan. Tim pemecah kemacetan ini diperkirakan akan memiliki sekitar 60–80 personel yang siap beraksi.

Lalu, apa yang membedakan tim pemecah kemacetan ini dengan polisi lalu lintas biasa? AKBP Argo Wiyono, Wakil Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jakarta, menjelaskan bahwa sementara petugas reguler ditempatkan di persimpangan untuk mengatur lalu lintas sepanjang hari, tim baru ini akan lebih mobile dan langsung menuju titik-titik kemacetan saat dibutuhkan.

Di sisi lain, PT Transjakarta juga dikabarkan berencana menambah rute bus baru di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) dalam 2–3 bulan ke depan. Hal ini disampaikan oleh Daud Joseph, Direktur Operasional dan Keselamatan Transjakarta, dalam jumpa pers kinerja perseroan pada 2024, seperti dilansir dari ANTARA.

Saat ini, bus Transjakarta sudah menjangkau 91,7% wilayah Jakarta dan sekitarnya. Namun, Joseph mengatakan bahwa tidak mungkin bisa mencapai 100% karena sekitar 8,3% wilayah belum tercakup, terutama di tempat-tempat yang sulit dijangkau bus. Untuk meningkatkannya, Transjakarta ingin memperluas cakupan menjadi 92–93% dengan membuka kembali rute bus lama yang sebelumnya dilayani oleh Metromini dan Kopaja yang sudah tidak beroperasi lagi.

Kebijakan ini menuai pro dan kontra. Di satu sisi, masyarakat merasa semakin mudah menggunakan transportasi umum dengan tambahan rute yang menjangkau Bodetabek. Namun, di sisi lain, banyak yang beranggapan bahwa hal ini dapat semakin memperparah kemacetan, terutama di Jakarta, karena semakin banyaknya armada Transjakarta yang beroperasi. Bagaimana menurut Anda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *