Rahmad Darmawan: Tak Ada yang Salah Thom Haye Gabung Persib

Mantan pelatih timnas Indonesia Rahmad Darmawan. (RRI)

Jakarta, Bincang.id – Mantan pelatih timnas Indonesia, Rahmad Darmawan (RD), menilai keputusan Thom Haye bergabung dengan Persib Bandung di BRI Super League tidak bermasalah.

Haye, yang menghabiskan sekitar satu dekade di kompetisi tertinggi Belanda (Eredivisie), memilih Persib sebagai pelabuhan baru di usia 30 tahun. Keputusan itu menuai kritik karena dianggap terlalu dini pindah ke Liga Indonesia, yang menempati peringkat ke-25 di Asia. Banyak pihak menilai Haye masih mampu bersaing di liga top Eropa.

“Thom Haye mungkin mempertimbangkan usianya. Lalu ia memutuskan bergabung dengan Persib. Menurut saya, keputusan itu tidak salah,” kata Rahmad saat ditemui wartawan di Jakarta, Rabu.

Ia menambahkan, “Soal kualitas kompetisi, apakah lebih rendah atau tinggi, itu bisa diantisipasi dengan menampilkan permainan maksimal di setiap pertandingan. Tidak ada yang salah jika Thom Haye bermain di Indonesia.”

Ikuti Jejak Struick dan Amat

Haye menjadi pemain ketiga timnas senior Indonesia yang memilih berkarier di Super League musim ini. Sebelumnya, Rafael Struick memperkuat Dewa United dan Jordi Amat membela Persija Jakarta.

Musim lalu, gelandang yang dijuluki The Profesor ini tampil reguler bersama Almere City di Eredivisie. Ia mencatat 29 penampilan, 25 di antaranya sebagai starter, dengan torehan dua asis.

“Di fase ini, yang terpenting bagi pemain adalah menjaga performa dengan bermain sesering mungkin di kompetisi,” ujar Rahmad, yang pernah mempersembahkan tiga gelar Piala Indonesia untuk Sriwijaya FC.

Dua Dampak Positif untuk Liga dan Timnas

Rahmad menilai kedatangan Haye membawa dua keuntungan besar. Pertama, kehadiran Haye akan meningkatkan kualitas kompetisi.

“Tiga pertandingan terakhir di Super League menunjukkan peningkatan luar biasa, terutama dari intensitas permainan. Itu indikasi positif untuk kompetisi mendatang,” ujarnya.

Kedua, bergabungnya Haye juga akan membantu timnas Indonesia. Tim Garuda sebentar lagi menjalani dua laga FIFA Match Day di Surabaya, melawan Taiwan (5 September) dan Lebanon (8 September).

“Selama ini, saat TC timnas, waktu yang tersedia hanya sekitar empat hari. Selain fokus ke pertandingan, pemain juga harus memulihkan kondisi. Dengan mereka bermain di Indonesia, fase recovery bisa lebih ideal. Adaptasi dengan atmosfer dan kondisi di sini juga jauh lebih baik,” jelas Rahmad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *