Menteri Dody Turun Langsung ke Wonosobo, Pastikan Sekolah Rakyat Rampung Juni 2026

Wonosobo, Bincang.id – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Kabupaten Wonosobo terus dikebut. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, bahkan turun langsung meninjau progres pembangunan di Kecamatan Kertek, Jumat (15/5), untuk memastikan proyek prioritas pemerintah itu siap digunakan pada tahun ajaran baru 2026.
Dalam kunjungannya, Menteri Dody menyebut progres pembangunan sejauh ini berjalan cukup baik. Per 14 Mei 2026, realisasi fisik proyek sudah mencapai 40,06 persen dengan melibatkan sekitar 1.167 tenaga kerja di lapangan.
“Tidak ada masalah, kemarin memang ada sedikit masalah terkait beton, tapi sudah disupport dari berbagai pihak. Sekolah Rakyat ini merupakan program prioritas pemerintah,” ujar Dody.
Ia menjelaskan, percepatan pembangunan tidak hanya dikerjakan oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, tetapi juga melibatkan banyak pihak lain mulai dari internal Kementerian PU, BUMN, hingga TNI.
Menurut Dody, saat ini proyek sudah memasuki fase kritis sehingga pengerjaan dilakukan secara gotong royong demi mengejar target penyelesaian pada Juni 2026.
“Dari BUMN saya minta tolong, dari TNI kita juga minta tolong. Jadi kami kerjakan bersama-sama agar pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II ini benar-benar bisa selesai Juni,” katanya.
Salah satu kendala yang sempat menghambat pembangunan ternyata berkaitan dengan persoalan lahan. Sebagian area proyek sebelumnya masih dimiliki masyarakat sehingga berdampak pada desain dan proses konstruksi. Namun kini persoalan tersebut disebut sudah selesai sepenuhnya.
“Masalah lahannya sekarang sudah beres semua. Saat ini semuanya sudah sinergis dan ini kinerja bersama Kementerian PU,” tambahnya.
Sekolah Rakyat Wonosobo sendiri dibangun menggunakan APBN Tahun Anggaran 2025–2026 dengan nilai kontrak mencapai Rp229,05 miliar. Kawasan pendidikan terpadu ini berdiri di atas lahan seluas 5,038 hektare dengan total luas bangunan mencapai 27.474 meter persegi.
Tak cuma ruang belajar, kompleks pendidikan ini juga akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti asrama siswa, rumah susun guru, masjid, gedung serbaguna, hingga sarana olahraga.
Pemerintah juga menerapkan sejumlah strategi percepatan pembangunan secara nasional, mulai dari penambahan alat berat, peningkatan jumlah pekerja, penerapan sistem kerja tiga shift, hingga penyesuaian metode konstruksi agar proyek selesai tepat waktu.
Dody menegaskan, Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian khusus terhadap proyek Sekolah Rakyat agar selesai sesuai target tanpa mengabaikan kualitas pembangunan.
“Presiden Prabowo berpesan supaya selesai on time, on schedule, kualitasnya diperhatikan dan dikerjakan secara efektif dan efisien,” tandasnya.




