Puan Buka Suara Soal Polemik Film Pesta Babi: “Kalau Sensitif, Harus Diantisipasi”

Jakarta, Bincang.id – Polemik film dokumenter Pesta Babi makin ramai dibahas publik. Setelah sejumlah agenda nonton bareng (nobar) film tersebut dibubarkan di beberapa daerah dan menuai pro-kontra di media sosial, kini giliran Ketua DPR RI Puan Maharani yang ikut angkat bicara.
Dalam keterangannya di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (12/5), Puan mengaku sudah mendengar soal kontroversi film tersebut, terutama terkait judul dan isi film yang dianggap sensitif oleh sebagian masyarakat. Meski begitu, ia mengaku belum mengetahui secara detail isi dokumenter tersebut.
“Terkait dengan nobar yang sekarang sedang menjadi pembicaraan, memang yang saya dengar bahwa isi atau judul dari film tersebut tentu saja sensitif,” ujar Puan kepada wartawan.
Namun, Puan menegaskan DPR akan menindaklanjuti polemik ini dan meminta komisi terkait untuk mencari penjelasan dari berbagai pihak, termasuk soal pembubaran nobar yang turut menyeret nama aparat keamanan dalam sorotan publik.
Menurutnya, jika sebuah karya dianggap berpotensi memicu keresahan di tengah masyarakat, maka langkah antisipasi memang perlu dilakukan. Tapi ia juga menekankan bahwa semua proses harus tetap berjalan sesuai aturan dan prosedur hukum yang berlaku.
Di sisi lain, polemik Pesta Babi sendiri terus memanas di media sosial. Banyak netizen memperdebatkan soal kebebasan berekspresi, hak pemutaran film dokumenter, hingga keterlibatan aparat dalam pembubaran acara nobar. Diskusi soal film ini bahkan ramai di forum-forum internet dan media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Film dokumenter karya Dandhy Dwi Laksono itu memang sedang jadi perhatian publik usai sejumlah pemutaran disebut dibubarkan di beberapa wilayah. Kontroversi pun makin melebar karena sebagian pihak menilai pelarangan tersebut berpotensi membatasi ruang diskusi publik.


