Karhutla Bromo Meluas, Hampir 8 Hektare Terbakar

Jakarta, Bincang.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) hingga Rabu (5/8/2026) masih belum sepenuhnya berhasil dikendalikan. Tim gabungan masih berjibaku memadamkan api yang terus merambat di kawasan pegunungan dengan kondisi medan yang terjal dan sulit dijangkau.
Kebakaran pertama kali dilaporkan terjadi pada Senin (3/8) sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan Blok Bantengan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Api kemudian terus meluas ke arah timur hingga memasuki wilayah administratif Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan telah mencapai 7,9 hektare. Hingga kini, titik-titik api masih aktif sehingga proses pemadaman terus dilakukan secara intensif.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan personel gabungan masih fokus melakukan pemadaman sekaligus menghambat laju api agar tidak meluas ke kawasan lain.
“Hingga saat ini personel BPBD Kabupaten Probolinggo bersama unsur terkait masih melakukan pemadaman di lokasi kebakaran,” ujar Oemar.
Dalam operasi penanganan kebakaran tersebut, BPBD Kabupaten Probolinggo mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama BPBD Jawa Timur, Balai Besar TNBTS, Perhutani, TNI, Polri, Satpol PP, relawan, serta masyarakat sekitar.
Namun, upaya pemadaman tidak berjalan mudah. Kondisi medan pegunungan yang curam membuat petugas lebih banyak menggunakan peralatan manual seperti gepyok dan backpack sprayer untuk membatasi penyebaran api. Selain itu, tim juga terus melakukan pemetaan wilayah terdampak guna memantau perkembangan kebakaran dan menentukan langkah penanganan berikutnya.
Sementara itu, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengambil langkah antisipatif dengan menutup sementara sebagian akses wisata menuju Gunung Bromo, khususnya melalui jalur Jemplang dan Coban Trisula, sejak Senin malam (3/8). Kebijakan tersebut diberlakukan untuk menjamin keselamatan wisatawan sekaligus mempermudah proses penanganan kebakaran di lapangan.
Hingga Rabu (5/8), petugas gabungan masih berupaya mengendalikan api agar tidak merambat ke kawasan konservasi yang lebih luas maupun mengganggu aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo. Masyarakat dan wisatawan diimbau mematuhi arahan petugas serta tidak memasuki area yang telah ditutup selama proses penanganan berlangsung.




