Anak Usaha Waskita Serius Garap Energi Hijau, Bangun PLTA 50 MW di Sumedang

Jakarta, Bincang.id – Anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk mulai serius memperluas bisnis energi baru dan terbarukan (EBT). Lewat PT Waskita Wado Energi (WWE), perusahaan kini fokus mengembangkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Wado berkapasitas 50 megawatt (MW) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Langkah ini jadi bagian dari strategi Waskita Group untuk ikut mendorong transisi energi nasional sekaligus memperkuat portofolio bisnis hijau di tengah tren pembangunan berkelanjutan yang terus berkembang.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Kamis (21/5/2026).
Direktur PT Waskita Wado Energi, Fitry Harianto, mengatakan proyek PLTA Wado saat ini masih fokus menyelesaikan tahapan persiapan sebelum nantinya masuk ke fase konstruksi dan operasional.
“Proyek ini merupakan langkah strategis dalam mendukung transisi energi nasional dan memperkuat portofolio energi baru terbarukan,” ujar Fitry dalam keterangan resminya, Sabtu (23/5/2026).
PLTA Wado sendiri dirancang memanfaatkan aliran Sungai Cimanuk yang melintasi kawasan hutan, perkebunan, hingga lahan pertanian di wilayah Sumedang. Nantinya, pembangkit ini diharapkan mampu memasok kebutuhan listrik masyarakat dengan sistem energi yang lebih ramah lingkungan.
Selain dinilai lebih bersih, teknologi PLTA juga dianggap memiliki biaya operasional dan perawatan yang relatif lebih rendah dibanding pembangkit berbasis fosil.
Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik nasional, proyek energi hijau seperti ini dinilai punya prospek besar untuk jangka panjang. Pemerintah sendiri saat ini terus mendorong percepatan pengembangan energi bersih guna mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, pemerintah menargetkan bauran energi baru terbarukan mencapai 23 persen dalam bauran energi nasional. Karena itu, pembangunan infrastruktur EBT kini mulai menjadi fokus banyak perusahaan BUMN, termasuk sektor konstruksi.
Komisaris WWE, Fatkhur Rozaq, juga memberikan apresiasi terhadap kinerja manajemen perusahaan sepanjang 2025. Ia menekankan pentingnya penguatan tata kelola perusahaan atau good corporate governance (GCG) dalam menjalankan strategi bisnis ke depan.
“Dewan Komisaris senantiasa memberikan arahan kepada Direksi untuk terus meningkatkan kinerja dengan menerapkan prinsip GCG secara konsisten,” kata Fatkhur.
Ia juga meminta seluruh jajaran perusahaan memperkuat sinergi agar berbagai agenda strategis perusahaan bisa berjalan maksimal.
RUPST WWE Tahun Buku 2025 sendiri digelar secara tatap muka dan dihadiri pemegang saham, dewan komisaris, hingga jajaran direksi perseroan.
Saat ini, struktur kepemilikan saham WWE didominasi PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI) sebesar 99,97 persen, sementara sisanya sebesar 0,03 persen dimiliki Koperasi Waskita.
Dengan semakin besarnya perhatian terhadap energi hijau, langkah WWE memperluas bisnis EBT dinilai menjadi sinyal bahwa perusahaan konstruksi pelat merah mulai bergerak lebih agresif masuk ke sektor energi masa depan.
By: Salman J. S.



