Pesan Habib Luthfi di Dzikir Kebangsaan Istiqlal: Jaga Ingatan Sejarah dan Hormati Merah Putih

Jakarta, bincang.id — Menyambut Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Pengurus Besar Jamiyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabaroh Ahlussunnah Wal Jamaah (PB JATMA ASWAJA) menggelar Doa Keselamatan Bangsa, Dzikir Kebangsaan, dan Haul Pendiri NKRI di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (9/8) lalu.
Ketua Umum PB JATMA ASWAJA, Habib Luthfi bin Ali bin Yahya, menegaskan bahwa Dzikir Kebangsaan bukan sekadar ritual keagamaan rutin, melainkan sarana penting untuk merawat ingatan sejarah dan menumbuhkan rasa cinta tanah air pada generasi penerus.
“Orang yang mau menceritakan orang-orang yang saleh dan berguna bagi nusa bangsa, itu menjadi sebab turunnya rahmat. Kemerdekaan bangsa ini tidak diraih oleh satu agama atau satu suku saja, melainkan tanggung jawab seluruh elemen bangsa,” ujar Habib Luthfi.
Habib Luthfi menyoroti kekhawatirannya akan ancaman generasi muda yang mulai melupakan akar sejarah (keparemen obor). Menurutnya, peran keluarga dan tokoh masyarakat sangat krusial untuk terus menceritakan bagaimana perjuangan para ulama, tokoh lintas agama, dan rakyat dalam merebut kemerdekaan.
“Sangat penting Dzikir Kebangsaan ini diadakan agar regenerasi yang akan datang tidak melupakan sejarah. Jangan sampai anak-anak kita tidak mengerti bagaimana para tokoh dan pejuang kita dulu mengorbankan jiwa dan raga,” tegasnya.
Dalam refleksinya, ulama kharismatik ini juga mengajak masyarakat untuk tidak melihat bendera Merah Putih sebatas simbol seremoni belaka. Penghormatan terhadap bendera negara harus diiringi kesadaran akan nilai perjuangan di dalamnya.
“Di dalam Sang Saka Merah Putih ada tiga hal utama: kehormatan bangsa, harga diri bangsa, dan jati diri bangsa,” ungkap Habib Luthfi.
Ia mengimbau agar tradisi Dzikir Kebangsaan tidak hanya digelar di tingkat pusat atau organisasi tertentu saja, melainkan dapat tumbuh subur di berbagai daerah menjelang momentum Hari Kemerdekaan 17 Agustus mendatang sebagai wadah menggali keteladanan para pahlawan.




