Menteri PU Turun Tangan Kawal Sekolah Rakyat

Jakarta, Bincang.id – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo turun langsung mengawal pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di berbagai daerah. Langkah ini dilakukan buat memastikan proyek strategis pemerintah tersebut gak molor apalagi sampai mangkrak jelang tahun ajaran baru Juli 2026.
Kementerian PU saat ini tengah mempercepat pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat yang tersebar di banyak wilayah Indonesia. Meski menghadapi sejumlah kendala teknis di lapangan, pemerintah menegaskan proyek ini harus tetap selesai tepat waktu.
Menteri Dody mengatakan dirinya sengaja rutin turun ke lokasi proyek untuk mengecek progres sekaligus mencari solusi langsung terhadap berbagai persoalan di lapangan.
“Saya harus berkeliling langsung untuk memantau. Tidak hanya memantau, tetapi juga memberikan solusi terhadap persoalan-persoalan di lapangan yang kadang belum terpikirkan sebelumnya,” ujar Dody.
Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat punya tantangan cukup kompleks karena dikerjakan serentak di banyak daerah dengan karakteristik masalah yang berbeda-beda.
“Sekarang tugas kita memastikan semuanya tetap selesai tepat waktu,” lanjutnya.
Untuk mempercepat pekerjaan, Kementerian PU membentuk Satgas Percepatan yang melibatkan Ditjen Cipta Karya, Ditjen Prasarana Strategis, dan tim teknis lainnya. Personel tambahan dari Jakarta juga diterjunkan ke sejumlah lokasi proyek untuk memperkuat pengawasan.
Tak hanya itu, Kementerian PU juga membuka peluang kolaborasi lintas sektor. Jika di lapangan ditemukan kekurangan tenaga kerja atau akses proyek yang sulit, bantuan dari Zeni TNI AD siap diterjunkan untuk mendukung percepatan konstruksi.
Saat ini, pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II berlangsung di 93 lokasi di seluruh Indonesia dengan target rampung pada 20 Juni 2026. Hingga 20 Mei 2026, progres fisik proyek rata-rata telah mencapai 59 persen.
Program Sekolah Rakyat sendiri menjadi salah satu upaya pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui akses pendidikan yang lebih baik.
Sekolah Rakyat Tahap II dibangun permanen di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare yang disiapkan pemerintah daerah. Konsepnya dibuat terpadu untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan.
Fasilitas yang disiapkan juga cukup lengkap, mulai dari ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, pusat pembelajaran digital, perpustakaan modern, hingga asrama untuk siswa dan guru.
By: Ferdi




