Ekonomi

Harga Emas Melesat, Tabungan Emas Digital Ikut Diserbu Masyarakat

Jakarta, Bincang.id – Harga emas dunia yang terus menguat membuat tren investasi emas digital kembali menjadi sorotan. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, semakin banyak masyarakat memilih menabung emas secara digital karena dinilai lebih praktis, terjangkau, dan berpotensi memberikan keuntungan dalam jangka panjang.

Pada awal Juli 2026, harga emas dunia bahkan sempat menembus US$4.190 per troy ounce, menjadi salah satu level tertinggi sepanjang sejarah. Penguatan tersebut dipicu meningkatnya permintaan investor terhadap aset safe haven, pembelian emas oleh sejumlah bank sentral dunia, hingga kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi global. Dalam setahun terakhir, harga emas dunia tercatat telah melonjak sekitar 27 persen.

Kenaikan harga global itu ikut berdampak pada meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas digital. Kini, masyarakat tidak lagi harus membeli emas batangan dalam jumlah besar. Melalui berbagai platform resmi, investasi emas bisa dimulai hanya dengan nominal kecil, kemudian ditabung secara bertahap hingga nantinya dapat dicetak menjadi emas fisik sesuai ketentuan penyedia layanan.

Namun, di dalam negeri harga emas masih bergerak dinamis. Berdasarkan data PT Aneka Tambang (Antam) pada Kamis (9/7/2026), harga emas batangan berada di level Rp2.633.000 per gram, turun Rp8.000 dibandingkan hari sebelumnya. Sementara harga buyback atau pembelian kembali tercatat sebesar Rp2.383.000 per gram.

Sementara itu, PT Pegadaian terus mendorong masyarakat untuk berinvestasi melalui layanan Tabungan Emas. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat membeli maupun menabung emas secara bertahap dengan nominal yang terjangkau. Harga emas juga diperbarui setiap hari melalui kanal resmi perusahaan sehingga nasabah dapat memantau pergerakan harga secara berkala.

Pengamat pasar menilai prospek emas masih cukup cerah hingga akhir 2026. Ketidakpastian ekonomi global, arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia, serta tingginya permintaan emas dari berbagai negara diperkirakan masih menjadi faktor yang menopang harga logam mulia.

Meski prospeknya dinilai positif, investor tetap diminta tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya karena harga sedang naik. Fluktuasi harga tetap bisa terjadi sewaktu-waktu mengikuti perkembangan ekonomi global. Karena itu, masyarakat disarankan berinvestasi sesuai kemampuan finansial dan memilih layanan emas digital yang telah berizin serta diawasi oleh otoritas yang berwenang.

Dengan tren harga yang terus menguat dan akses investasi yang semakin mudah, emas digital diperkirakan masih akan menjadi salah satu instrumen investasi favorit masyarakat Indonesia sepanjang 2026.

By: Hafiz

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker