Ekonomi

Beda Keterangan Soal Pemangkasan MBG, Publik Dibuat Bingung

Jakarta, Bincang.id – Pemerintah melakukan efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp67 triliun pada 2026. Kebijakan itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai bagian dari langkah penghematan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.  

Dalam konferensi pers APBN KiTa, Purbaya menyebut anggaran MBG yang semula diproyeksikan mencapai Rp335 triliun kini disesuaikan menjadi Rp268 triliun. Menurutnya, langkah efisiensi dilakukan agar penggunaan dana Badan Gizi Nasional atau BGN lebih efektif dan tepat sasaran.  

“Penghematan tertentu sesuai instruksi Presiden,” kata Purbaya dalam keterangannya.  

Meski begitu, pemerintah memastikan program MBG tetap berjalan. Hingga April 2026, realisasi anggaran MBG disebut sudah mencapai Rp75 triliun atau sekitar 22,4 persen dari total kebutuhan anggaran. Dana itu telah digunakan untuk menjangkau puluhan juta penerima manfaat dan mendukung operasional ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).  

Di tengah kabar pemangkasan tersebut, Badan Gizi Nasional membantah adanya pengurangan anggaran utama program MBG. BGN menegaskan pagu resmi lembaga sejak awal memang berada di angka Rp268 triliun, sementara Rp67 triliun yang disebut dipangkas merupakan dana cadangan di pos Bendahara Umum Negara (BA BUN).  

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, memastikan efisiensi tidak akan menyentuh anggaran penerima manfaat maupun operasional dapur MBG di lapangan.

“Pemangkasan untuk pengadaan yang tidak berkait dengan jumlah penerima manfaat,” ujar Nanik.  

BGN menyebut penghematan difokuskan pada operasional kantor pusat, seperti perjalanan dinas, kegiatan di hotel, hingga pengadaan barang yang dinilai tidak mendesak. Bahkan, operasional internal disebut kini lebih diperketat dan hanya menyisakan kebutuhan utama seperti gaji pegawai.  

Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan pihaknya juga mulai menerapkan sejumlah langkah efisiensi teknis. Salah satunya dengan mengurangi layanan MBG dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan. Selain itu, saat libur sekolah, distribusi MBG hanya diprioritaskan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.  

Meski dilakukan penghematan besar-besaran, pemerintah memastikan program prioritas tersebut tetap berjalan dan tidak mengurangi jatah makanan bagi siswa penerima manfaat.  

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker