Infrastruktur

PU Gerak Cepat Tangani Banjir dan Longsor di Tanah Datar

Jakarta, Bincang.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani dampak banjir dan tanah longsor yang menerjang Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Bencana yang terjadi usai hujan berintensitas tinggi pada Selasa, 12 Mei 2026 itu menyebabkan sejumlah infrastruktur rusak hingga akses warga terganggu.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna mempercepat proses penanganan di lokasi terdampak.

“Irigasi dan jalan yang rusak akibat bencana kemarin penanganannya kini menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat, sesuai Instruksi Presiden. Terutama karena saat ini sudah memasuki musim tanam, perbaikan irigasi harus diprioritaskan,” ujar Dody saat meninjau Sungai Batang Tampo di Tanah Datar, Kamis (21/5/2026).

Berdasarkan data Kementerian PU, banjir dipicu curah hujan ekstrem yang mencapai 215 mm per hari di wilayah Lintau Buo. Debit air yang tinggi membuat sejumlah sungai di DAS Indragiri meluap, seperti Batang Tampo, Batang Piubuh, Batang Kawai, Batang Buo, Batang Selo, Batang Atar, hingga Batang Baburai.

Kondisi diperparah oleh sedimentasi dan penyempitan alur sungai yang membuat air meluap ke permukiman warga dan area infrastruktur.

Sedikitnya tujuh kecamatan terdampak bencana ini, yakni Lintau Buo, Lintau Buo Utara, Tanjung Emas, Padang Ganting, Salimpaung, Sungai Tarab, dan Tanjung Baru. Total ada 16 nagari atau desa yang terdampak.

Kerusakan yang tercatat cukup parah. Sebanyak 12 ruas jalan mengalami rusak berat, 13 ruas jalan rusak ringan, serta enam jembatan putus. Selain itu, jaringan irigasi, dam parit, pompa air, rumah ibadah, hingga permukiman warga juga ikut terdampak.

Untuk penanganan darurat, Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang mengerahkan tiga unit excavator, material bronjong, hingga pipa HDPE ke lokasi bencana. Fokus penanganan saat ini meliputi normalisasi sungai, penguatan tebing yang tergerus, serta pemulihan fungsi infrastruktur sumber daya air guna mencegah banjir susulan.

Tak hanya penanganan darurat, Kementerian PU juga mulai melakukan inventarisasi kerusakan untuk tahap rehabilitasi pascabencana bersama pemerintah daerah. Langkah jangka menengah dan panjang nantinya akan diarahkan pada pengendalian sedimentasi sungai, peningkatan kapasitas alur sungai, hingga penguatan infrastruktur pengendali banjir agar kawasan lebih tahan menghadapi bencana hidrometeorologi.

By: Rivaldi

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker