Pemprov DKI Gencarkan Eco Qurban, Warga Diminta Tinggalkan Kantong Plastik

Jakarta, Bincang.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menggencarkan gerakan Eco Qurban menjelang Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah. Lewat program ini, masyarakat dan panitia kurban diminta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai saat proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menilai pelaksanaan kurban setiap tahun berpotensi menimbulkan lonjakan sampah dan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Karena itu, konsep Eco Qurban kembali didorong agar pelaksanaan ibadah kurban tetap berjalan khidmat tanpa meninggalkan tumpukan limbah.
Kepala DLH DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan Eco Qurban merupakan praktik pemotongan hewan kurban yang memperhatikan kebersihan lingkungan sejak proses penyembelihan hingga distribusi daging kepada masyarakat.
“EcoQurban ini selaras dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 30 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pemotongan Hewan Kurban, tidak hanya dalam proses pelaksanaannya, tetapi hingga tahap distribusi daging kurban,” ujar Dudi dalam keterangannya.
Pemprov DKI secara khusus meminta masyarakat tidak lagi menggunakan kantong plastik hitam untuk membagikan daging kurban. Sebagai gantinya, warga dianjurkan memakai wadah ramah lingkungan seperti besek bambu, daun pisang, atau membawa wadah sendiri dari rumah.
DLH DKI memperkirakan sekitar 77.436 ekor hewan kurban akan disembelih di Jakarta tahun ini. Jumlah tersebut dinilai berpotensi menghasilkan limbah organik dalam jumlah besar, mulai dari darah, sisa organ hewan, hingga penggunaan air bersih yang tinggi selama proses pembersihan.
Selain mengurangi plastik, masyarakat juga diimbau memisahkan sampah sisa pemotongan hewan kurban sebelum dibuang. Pemprov DKI meminta limbah organik seperti darah dan jeroan dikelola dengan benar agar tidak mencemari saluran air dan lingkungan permukiman.
Gerakan Eco Qurban sendiri sebenarnya sudah beberapa tahun digaungkan Pemprov DKI Jakarta. Namun tahun ini, pemerintah daerah ingin penerapannya lebih masif karena volume sampah saat Iduladha diprediksi meningkat cukup signifikan.
Pemprov berharap masyarakat mulai terbiasa menjalankan kurban dengan konsep yang lebih ramah lingkungan, tanpa mengurangi makna ibadah maupun semangat berbagi kepada sesama.




