Energi

AS-Iran Damai, Harga Pertamax Bakal Turun? Ini Bocoran dari Pengamat Ekonomi!

Jakarta, Bincang.id – Konflik panas antara Amerika Serikat dan Iran yang akhirnya mulai damai ternyata bawa angin segar buat pasar energi dunia. Harga minyak mentah global diprediksi sejumlah pengamat bakal berpotensi ikutan turun.

Pakar Ekonomi Energi dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Yayan Satyaki, nge-spill kalau tren penurunan harga minyak dunia ini ujung-ujungnya bisa bikin harga BBM nonsubsidi di Indonesia—termasuk Pertamax—jadi lebih murah.

Tapi… ada tapinya, nih. Jangan senang dulu sampai pengin buru-buru antre di SPBU, ya!

Nggak Bisa Langsung Anjlok ke Rp12 Ribuan Buat kamu yang berharap harga Pertamax bisa langsung balik ke level Rp12.300-an per liter dalam semalam, Pak Yayan bilang prosesnya nggak bakal secepat itu.

“Pasti terjadi penurunan harga, dan bisa berdampak ke BBM Pertamax, tetapi untuk mencapai harga Pertamax sampai Rp12.300 lagi tidak akan secepat itu,” jelasnya.

Hitung-hitungannya, penurunan harga minyak dunia ini bakal terjadi secara bertahap, sekitar 1 sampai 3 persen saja per hari, dan itu pun butuh waktu sampai beberapa bulan ke depan. Selain itu, semua tetap tergantung pada seberapa awet perdamaian antara kedua negara tersebut.

Intip Tren Harga Minyak Dunia Kalau kita intip harga minyak mentah jenis Brent, posisinya emang lagi tren melemah. Prediksinya, harga minyak ini bakal terus turun sampai awal Juli 2026. Tapi siap-siap ya, karena pas masuk Agustus hingga September nanti, harganya berpotensi naik lagi gara-gara musim panas di negara-negara barat sudah berakhir.

Selain faktor perdamaian, Amerika Serikat kabarnya juga mau genjot produksi minyak mereka sampai 14 juta barel per hari. Nah, pasokan yang melimpah inilah yang bakal nahan harga minyak dunia biar nggak gampang melonjak lagi.

Prediksi Sampai Akhir Tahun Kira-kira berapa nih harga minyak dunia ke depannya? Pak Yayan memproyeksikan kalau konflik benar-benar selesai dan pasokan stabil, harga minyak dunia bakal main di angka 80–90 dolar AS per barel sampai akhir tahun ini.

Bahkan, pas masuk akhir tahun atau awal tahun depan, harganya bisa makin merosot lagi ke kisaran 75–85 dolar AS per barel.

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker