Meski Terkendala Distribusi Material, Sekolah Rakyat Nagan Raya Ditargetkan Beroperasi Juli 2026

Jakarta, Bincang.id – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, terus dikebut menjelang tahun ajaran baru 2026/2027. Meski menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam distribusi material pembangunan, pemerintah optimistis sekolah berkonsep pendidikan terpadu tersebut dapat mulai difungsikan pada Juli 2026.
Berdasarkan informasi yang diterima di Jakarta, progres pembangunan Sekolah Rakyat Nagan Raya saat ini telah mencapai sekitar 65 persen. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo yang meninjau langsung lokasi proyek pada Minggu (14/6) menyebut hambatan terbesar berasal dari akses pengiriman material ke wilayah tersebut.
Menurut Dody, sebagian besar material harus didatangkan dari luar daerah melalui jalur darat yang cukup panjang. Sementara itu, fasilitas bandara di kawasan tersebut belum sepenuhnya dapat melayani pesawat angkut berkapasitas besar untuk mendukung percepatan pembangunan.
“Distribusi material memang menjadi tantangan utama. Karena itu, kami berupaya memaksimalkan jalur udara agar proses pembangunan bisa tetap berjalan sesuai target,” kata Dody.
Pemerintah bersama kontraktor pelaksana, PT Waskita Karya (Persero), saat ini terus mencari berbagai alternatif agar pekerjaan konstruksi dapat selesai tepat waktu. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengoptimalkan pengiriman material melalui transportasi udara.
Meski masih menghadapi kendala logistik, Dody memastikan pemerintah tetap memprioritaskan agar fasilitas pendidikan tersebut dapat digunakan lebih dulu untuk kegiatan belajar mengajar pada awal tahun ajaran baru.
Menurutnya, apabila terdapat beberapa fasilitas penunjang yang belum rampung sepenuhnya, penyelesaiannya akan dilakukan secara bertahap tanpa mengganggu operasional sekolah.
“Kita upayakan yang terpenting bisa berfungsi terlebih dahulu. Setelah itu penyempurnaan fasilitas akan dilakukan secara bertahap sampai semuanya selesai 100 persen,” ujarnya.
Sekolah Rakyat Nagan Raya dibangun di atas lahan seluas 8,1 hektare dengan fasilitas yang tergolong lengkap. Kawasan pendidikan ini akan memiliki gedung belajar untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, laboratorium biologi, masjid, gedung serbaguna, lapangan olahraga, asrama siswa, kantin, hingga rumah susun guru.
Dengan fasilitas tersebut, Sekolah Rakyat Nagan Raya digadang-gadang menjadi salah satu pusat pendidikan modern di wilayah barat Aceh. Dody bahkan menyebut fasilitas yang disiapkan memiliki standar yang sangat baik untuk mendukung proses belajar siswa.
Pemerintah menargetkan sebagian besar fasilitas utama dapat difungsikan pada akhir Juni mendatang sehingga penerimaan siswa baru dan kegiatan belajar mengajar bisa dimulai pada Juli 2026.
Saat beroperasi penuh nantinya, Sekolah Rakyat Nagan Raya diproyeksikan mampu menampung sekitar 1.088 siswa dan menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat di berbagai daerah.




