Hukum

Viral! Tapir Dilindungi Dibunuh Warga di Mesuji, Dagingnya Dimasak Rica-Rica

Jakarta, Bincang.id – Seekor tapir, satwa langka yang dilindungi negara, tewas dibunuh oleh sekelompok warga di Kabupaten Mesuji, Lampung. Mirisnya, daging hewan tersebut diduga dimasak menjadi rica-rica setelah sebelumnya sempat viral karena berkeliaran di kawasan Jalan Lintas Timur Sumatera.

Kasus ini mencuat setelah beredar video berdurasi 19 detik di media sosial yang memperlihatkan bangkai tapir dalam kondisi telah dipotong-potong. Video tersebut dengan cepat viral dan memicu penyelidikan aparat kepolisian.

Kapolres Mesuji, AKBP Muhammad Firdaus, membenarkan adanya kasus tersebut. Polisi telah mengamankan sejumlah terduga pelaku dan menemukan barang bukti berupa sisa tulang serta daging tapir di lokasi kejadian.

“Dari hasil penangkapan di lokasi, kami menemukan sisa tulang daging hewan tersebut dan sisa daging tapir yang dimasak oleh para pelaku, jadi dimasak seperti rica-rica,” kata AKBP Muhammad Firdaus, Jumat (3/7/2026).

Saat ini, penyidik masih mendalami peran masing-masing pelaku serta menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam pembunuhan satwa dilindungi tersebut.

Tapir merupakan salah satu satwa liar yang dilindungi di Indonesia. Perlindungan terhadap spesies ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, mengangkut, maupun memperniagakan satwa yang dilindungi tanpa izin.

Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenakan sanksi pidana sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Polres Mesuji menegaskan proses hukum akan terus berjalan untuk mengungkap seluruh fakta dalam perkara ini. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak memburu maupun menyakiti satwa liar yang dilindungi, melainkan segera melaporkan kepada aparat atau petugas konservasi apabila menemukan satwa keluar dari habitatnya.

Report: Akbar

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker