Panas! Trump Ancam Serang Iran Besar-besaran Jika Selat Hormuz Tak Segera Dibuka

Jakarta, bincang.id — Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memuncak. Presiden AS Donald Trump secara terbuka memberi peringatan keras kepada Iran agar segera membuka kembali jalur pelayaran vital, Selat Hormuz. Jika tidak, Trump mengancam akan melancarkan serangan militer skala besar.
“Selat akan segera dibuka, atau mereka akan dihantam sangat keras. Kami siap melakukan serangan besar-besaran, yang terbesar sejak Perang Dunia II,” tegas Trump saat diwawancarai Fox News, Rabu (5/8).
Meski melontarkan ancaman keras, Trump mengklaim bahwa pihak Iran sebenarnya sudah mulai melunak dan mengajak berkomunikasi secara baik-baik untuk menyelesaikan konflik geopolitik yang berlarut-larut ini.
Blokade Selat Hormuz menjadi perhatian serius dunia internasional karena jalur ini merupakan ‘urat nadi’ distribusi minyak dan energi global. Penutupan selat telah membuat ratusan kapal kargo dan tanker minyak terhambat, yang berdampak langsung pada lonjakan harga energi dunia.
Secara terpisah, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan optimismenya bahwa kesepakatan diplomasi untuk membuka kembali Selat Hormuz bisa dicapai dalam waktu dekat.
“Kami sedang bernegosiasi dan ada peluang besar kesepakatan bisa dicapai hari ini atau besok. Dibukanya jalur ini akan menstabilkan kembali harga energi dunia,” ujar Bessent kepada CNBC.
Di sisi lain, situasi di lapangan masih tergolong rentan. Kementerian Luar Negeri Iran justru membantah klaim Washington dan menegaskan tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung. Ketegangan makin terasa setelah sebuah proyektil misterius dilaporkan sempat menghantam kapal kargo yang melintas di Selat Hormuz pada Selasa (4/8).
Konflik di Selat Hormuz kini menjadi sorotan utama pasar global. Jika jalur ini berhasil dibuka kembali, pasokan energi dunia diprediksi akan bertahap pulih dan menekan stabilitas harga minyak mentah.




