Ekonomi

Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani, Siap Pimpin Penggalangan Dana untuk Negara Miskin

Jakarta, Bincang.id – Bank Dunia (World Bank) menunjuk mantan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, sebagai Independent Co-Chair dalam proses pengisian kembali pendanaan International Development Association (IDA) putaran ke-22 atau IDA22. Penunjukan tersebut menempatkan Sri Mulyani pada posisi strategis untuk memimpin upaya menghimpun dukungan pendanaan bagi negara-negara berpendapatan rendah di berbagai belahan dunia. 

Dalam peran barunya, Sri Mulyani akan memimpin proses penggalangan dana IDA22 bersama Paschal Donohoe, Managing Director sekaligus Chief Knowledge Officer World Bank Group. Keduanya bertugas memperkuat dukungan kebijakan sekaligus mendorong komitmen pendanaan dari negara-negara donor maupun negara peminjam anggota IDA. 

Dalam keterangan resminya, Bank Dunia menyatakan bahwa Sri Mulyani akan menjadi figur independen yang berperan memperkuat dukungan terhadap agenda IDA22.

“Dia akan memperjuangkan dukungan kebijakan dan pendanaan yang lebih kuat untuk IDA22 di kalangan negara donor dan negara peminjam,” tulis World Bank dalam pernyataan resminya. 

Bank Dunia menjelaskan, Sri Mulyani terpilih setelah melalui proses seleksi yang dilakukan oleh komite pencarian yang beranggotakan perwakilan negara donor dan negara peminjam. Ia dipilih dari sejumlah kandidat yang masuk daftar pendek (shortlist) berdasarkan pengalaman dan kapasitasnya di bidang pembiayaan pembangunan internasional. 

Lembaga tersebut menilai Sri Mulyani sebagai salah satu tokoh yang memiliki pengalaman luas dalam kebijakan pembangunan serta pembiayaan multilateral.

Saat ini, Sri Mulyani juga tercatat sebagai Blavatnik World Leaders Fellow 2025–2026 di University of Oxford. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia dan juga Managing Director sekaligus Chief Operating Officer World Bank Group, pengalaman yang dinilai menjadi modal penting dalam memimpin proses penggalangan dana IDA22. 

International Development Association (IDA) merupakan lembaga di bawah naungan Bank Dunia yang menyediakan pembiayaan lunak berupa pinjaman berbunga rendah, pinjaman tanpa bunga, hingga hibah bagi negara-negara berpendapatan rendah. Tujuannya adalah mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem, memperkuat ketahanan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di negara-negara penerima manfaat. 

Proses replenishment atau pengisian kembali dana IDA diselenggarakan setiap tiga tahun sekali. Selain menjadi forum untuk menghimpun komitmen pendanaan baru dari negara-negara anggota, agenda tersebut juga menjadi ruang bagi para mitra untuk mengevaluasi serta menyepakati arah kebijakan IDA pada periode berikutnya. 

Sejak siklus IDA18, mekanisme penggalangan dana dipimpin oleh dua ketua bersama, yakni seorang tokoh independen yang memiliki pengalaman dalam lembaga pembiayaan pembangunan multilateral dan seorang pejabat tinggi Bank Dunia yang ditunjuk oleh Presiden Bank Dunia. Penunjukan Sri Mulyani sebagai Independent Co-Chair pada IDA22 melanjutkan skema kepemimpinan tersebut.

Hasil penggalangan dana IDA22 nantinya akan menentukan besaran pembiayaan konsesional yang tersedia bagi 78 negara berpendapatan rendah hingga tahun 2031. Proses penggalangan dana dijadwalkan dimulai pada Desember 2026 di Tashkent, Uzbekistan, sementara pertemuan penentuan komitmen pendanaan akhir diperkirakan berlangsung pada Desember 2027. 

Dengan penunjukan tersebut, Sri Mulyani kembali mengambil peran penting di tingkat internasional dalam bidang pembiayaan pembangunan global, sekaligus menjadi bagian dari upaya Bank Dunia untuk memperkuat dukungan pendanaan bagi negara-negara yang masih menghadapi tantangan kemiskinan dan pembangunan. 

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker