Energi

Danantara Banjir Minat Investor Proyek Sampah

Jakarta, Bincang.id- Proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy (WTE) yang dijalankan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) mendapat respons besar dari investor internasional. Ketertarikan datang dari berbagai kawasan, mulai Asia hingga Eropa dan Timur Tengah.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, mengatakan minat sektor swasta terhadap proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) terus meningkat dalam dua tahap penawaran proyek yang dilakukan pemerintah.

“Permintaan datang dari sektor swasta secara luas, bukan hanya dari Indonesia atau China, tetapi juga dari Korea Selatan, Jepang, Eropa, Timur Tengah, hingga Singapura,” ujar Pandu dalam diskusi B-Universe Economic Insight Series 2026 di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Pada tahap pertama, sekitar 200 perusahaan tercatat menyatakan ketertarikan terhadap proyek WTE. Namun, Danantara hanya menetapkan 24 perusahaan untuk mengikuti proses tender di 10 lokasi proyek.

Sementara pada tahap kedua, antusiasme investor disebut meningkat tajam. Sebanyak 85 konsorsium ikut bersaing dalam proses bidding untuk 10 lokasi proyek tambahan yang ditawarkan.

“Untuk fase kedua ini ada 85 konsorsium yang ikut bidding untuk 10 lokasi. Ini menunjukkan peningkatan minat yang sangat signifikan,” kata Pandu.

Ia menilai tingginya animo investor menunjukkan sektor swasta melihat proyek WTE sebagai peluang bisnis jangka panjang yang menjanjikan. Nilai keseluruhan proyek diperkirakan mencapai sekitar 5 miliar dollar AS.

Keterlibatan swasta dalam proyek ini juga terbuka di berbagai sektor, mulai dari penyertaan modal, operasional dan pemeliharaan (operation and maintenance/O&M), hingga layanan pendukung lainnya.

Program pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut dijalankan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi di sejumlah daerah di Indonesia.

Selain mengurangi persoalan sampah perkotaan, program ini juga diharapkan mampu menekan ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus mendukung pengembangan energi berkelanjutan di Tanah Air.

By: Rivaldi

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker