Hukum

Modus Oleh-Oleh Makanan, Bea Cukai Bali Gagalkan Penyelundupan 10 Kg Ganja Asal Thailand

Jakarta, bincang.id — Sinergi Bea Cukai Ngurah Rai dan Satresnarkoba Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai kembali membuahkan hasil. Petugas berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika golongan I jenis ganja seberat lebih dari 10 kilogram yang dibawa dua Warga Negara Asing (WNA) asal India.

Aksi penyelundupan tersebut terkuak pada Senin (3/8) saat penerbangan Scoot Air rute Koh Samui (Thailand)–Singapura–Denpasar mendarat di Bali.

Kecurigaan petugas bermula saat barang bawaan dua penumpang berinisial AR (profesi manajer) dan PC (profesi guru) melewati pemeriksaan rutin mesin X-Ray di terminal kedatangan internasional.

“Narkotika disamarkan sebagai oleh-oleh makanan yang dikemas dalam beberapa kardus dan dicampurkan bersama barang bawaan lainnya di dalam koper,” ungkap Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Wawan Dharmawan.

Total 10,1 Kilogram Ganja Disita

Petugas yang curiga langsung menggeledah koper kedua pelaku. Hasilnya, ditemukan total 100 kemasan serbuk tanaman kering hijau kecokelatan:

  • Koper AR: Ditemukan 8 kotak berisi 62 kemasan ganja (berat bersih 6,2 kilogram).
  • Koper PC: Ditemukan 6 kotak berisi 38 kemasan ganja (berat bersih 3,8 kilogram).

Hasil uji laboratorium Bea Cukai memastikan barang tersebut positif mengandung senyawa Delta-9 Tetrahydrocannabinol (ganja) dengan total berat bersih mencapai 10,11 kilogram.

Ngaku Buat Liburan, Kasus Masih Didalami

Kepada petugas, kedua WNA India tersebut mengolah dalih datang ke Bali untuk berlibur selama tiga hari bersama keluarga. Mereka mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang di Thailand sebelum terbang ke Indonesia.

Kini, kedua tersangka beserta barang bukti telah diserahkan ke Polres Kawasan Bandara untuk proses penyidikan dan pengembangan jaringan (controlled delivery).

Penindakan tegas ini diperkirakan berhasil menyelamatkan lebih dari 2.000 jiwa dari ancaman bahaya narkoba, sekaligus mencegah potensi kerugian ekonomi masyarakat yang ditaksir mencapai Rp3,3 miliar.

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker