Energi

Dilema Batu Bara: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Lagi Atur Strategi Biar PLN dan Pengusaha Nggak Sama-Sama Buntung!

Jakarta, Bincang.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, lagi kasih sinyal kalau pemerintah kemungkinan bakal merevisi harga batu bara khusus untuk PT PLN (Persero).

Langkah ini diambil karena para pengusaha tambang mulai menjerit akibat biaya produksi yang makin membengkak, terutama buat pasokan batu bara kalori menengah (sekitar 5.200 kcal per kg GAR) yang jadi andalan pembangkit listrik PLN.

Saat ini, harga Domestic Market Obligation (DMO) alias kewajiban pasokan dalam negeri buat PLN dipatok sebesar 70 dolar AS per ton. Tapi, gara-gara biaya keruk tanah alias stripping ratio di tambang sudah naik sampai kisaran 8 hingga 12 persen, harga segitu dinilai bikin pengusaha megap-megap.

Cari Jalan Tengah: Nggak Boleh Ada yang Rugi
Pak Bahlil menegaskan kalau pemerintah nggak mau egois. Saat ini kementeriannya lagi sibuk menghitung formula yang pas supaya PLN aman, tapi pengusaha tambang juga tetap bisa hidup.

“Kami lagi menghitung plus minusnya, agar PLN tidak dirugikan, tapi pengusahanya juga tidak dirugikan. Biaya produksinya kan sudah tinggi. Jadi, kami juga harus bijaksana agar teman-teman pengusaha juga jangan dibeli dengan harga yang sangat murah,” ujar Bahlil saat ditemui wartawan di Jakarta, Kamis.

Bagi pemerintah, urusan harga batu bara ini bukan cuma soal hitung-hitungan tarif listrik, tapi juga demi menjaga pasokan jangka panjang. Logikanya simpel: kalau harga belinya bikin rugi, pengusaha bisa-bisa malas pasok batu bara ke PLN, dan efeknya malah bisa fatal buat kelistrikan nasional.

Lalu, Gimana Opsi Kebijakannya?
Sampai sekarang, pemerintah masih menggodok beberapa opsi terbaik. Bisa jadi formulasinya diubah, atau para pemasok bakal dikasih insentif tambahan biar nilai ekonominya tetap masuk akal.

Buat kamu yang khawatir tarif listrik bakal langsung naik atau takut ada pemadaman, tenang dulu! Pak Bahlil memastikan kalau pasokan listrik ke masyarakat sampai saat ini dipastikan aman terkendali dan nggak ada risiko mati lampu massal gara-gara masalah ini.

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker